Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, Mei 21, 2022
redaksi@topcareer.id
Covid-19

WHO Prediksi Vaksin Booster akan Dibutuhkan Setiap Tahun

Topcareer.id – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memprediksi bahwa orang paling rentan terhadap COVID-19 seperti orang tua perlu mendapatkan booster vaksin tahunan.

Hal ini dibahas hari Kamis (24/6) di pertemuan dewan GAVI, aliansi vaksin yang memimpin program vaksin COVID-19 WHO, COVAX.

Prediksi ini dapat berubah dan juga dipasangkan dengan dua skenario lain yang lebih kecil kemungkinannya.

Moderna dan Pfizer telah vokal dalam pandangan mereka bahwa dunia akan segera membutuhkan vaksin booster untuk mempertahankan tingkat kekebalan.

WHO menganggap booster tahunan untuk individu berisiko tinggi sebagai skenario dasar “indikatif,” dan booster dua tahunan untuk populasi umum.

Varian baru virus corona akan terus muncul dan vaksin akan diperbarui secara berkala untuk memenuhi ancaman ini.

Seorang juru bicara GAVI mengatakan COVAX berencana untuk mempertimbangkan berbagai skenario.

Baca juga: Booster Vaksin COVID-19, Apakah Diperlukan?

Skenario terburuk
Skenario akan digunakan untuk menentukan strategi vaksinasi global WHO dan prediksi dapat berubah ketika data baru muncul tentang peran booster dan durasi perlindungan vaksin.

Sejauh ini sekitar 2,5 miliar dosis telah diberikan di seluruh dunia, sebagian besar di negara-negara kaya di mana lebih dari setengah populasi telah menerima setidaknya satu dosis.

Sementara itu di banyak negara miskin masih kurang dari 1% populasinya telah divaksinasi.

Kesenjangan ini dapat melebar tahun depan di bawah perkiraan WHO, karena kebutuhan akan booster tahunan sekali lagi dapat mendorong negara-negara miskin ke belakang antrian.

Dalam skenario terburuknya, badan PBB mengatakan produksi akan dibuat menjadi 6 miliar dosis tahun depan.

Jumlah tersebut diharapkan dapat mengatasi pasokan dengan peraturan ketat untuk suntikan baru dan masalah manufaktur yang sudah ada.

Skenario terburuk bisa diperparah dengan kebutuhan booster tahunan untuk seluruh dunia.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan