Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Selasa, Juli 5, 2022
redaksi@topcareer.id
Profesional

7 Mitos Soal Pensiun Muda yang Terbantahkan (Bagian 2)

Ilustrasi. (dok. NewRetirement)

Topcareer.id – Beberapa orang sangat mendambakan pensiun muda, beberapa lainnya malah ketakutan jika harus mengambil pensiun dini. Jika kamu berpikir tahu banyak hal tentang pensiun muda, mungkin kamu perlu pikirkan lagi.

Melansir Ladders, berikut ada 7 mitos tentang pensiun muda yang kemudian dibantah oleh para ahli, statistic serta fakta yang menghantam.

4. ‘Saya akhirnya akan bahagia tanpa harus bekerja’

Mereka yang benar-benar benci bekerja percaya bahwa setelah pensiun, mereka akhirnya akan mendapatkan kesempatan untuk menikmati hidup. Tetapi hanya karena kamu pensiun bukan berarti kamu bahagia.

Faktanya, Inc.com melaporkan bahwa 96% pensiunan yang mengaku bahagia selama masa pensiun mereka juga mengatakan kepada survei bahwa mereka merasa memiliki tujuan hidup.

Tanpa arah, motivasi, tujuan, atau nilai tertentu, masa pensiunmu mungkin terasa sama kosongnya dengan kehidupan kerjamu, bahkan jika aspirasimu adalah pensiun muda.

Penting untuk memiliki sesuatu yang ingin kamu capai di masa pensiun, seperti hobi, hasrat, atau tujuan kemanusiaan.

5. ‘Saya bisa pensiun setelah ratusan juta pertama saya’

Sementara ratusan juta dulunya merupakan penanda utama kehidupan yang dijalani dengan baik, sayangnya, hal itu tidak seperti dulu. Statistik menunjukkan bahwa lebih dari 13 juta rumah tangga di Amerika memiliki satu juta dolar atau lebih, jadi jika kamu benar-benar ingin pensiun muda dan masih mempertahankan beberapa tingkat keamanan finansial, tetapkan tujuanmu sedikit lebih tinggi.

Baca juga: Copenhagen, Kota Dengan Kualitas Hidup Terbaik Di Dunia

Para ahli mengatakan bahwa mengetahui biaya hidup tahunanmu akan menentukan berapa lama kamu harus terus bekerja.

6. ‘Saya tidak akan memiliki identitas tanpa pekerjaan’

Kehilangan identitas seseorang mungkin merupakan salah satu mitos utama yang perlu dibantah ketika seseorang bercita-cita untuk pensiun muda. Meskipun mudah untuk masuk ke dalam “workisme,” kelelahan bukanlah sesuatu yang bisa dibanggakan, dan terlalu mengidentifikasi aspek masokistik budaya kerja tidak disarankan untuk kesehatan psikologis jangka panjang.

Jika seseorang mengambil tindakan ekstra setelah pensiun untuk menemukan kembali diri mereka dengan tugas-tugas seperti pergi ke terapi atau mencoba kegiatan baru, rasa diri tidak hilang selamanya di masa pensiun.

7. Transisinya mudah

Akhirnya, kamu mungkin berpikir bahwa bekerja adalah bagian yang sulit, dan tinggal di rumah akan menjadi hal yang mudah. Tetapi bahkan pensiun muda bisa menjadi transisi yang menyakitkan.

Apakah kamu tinggal di rumah yang penuh dengan orang, hewan peliharaan dan anak-anak, atau hanya satu pasangan, berada di rumah terus-menerus bisa jadi sulit bagi orang-orang di sekitarmu untuk menyesuaikan diri.

Faktanya, di Jepang, dilaporkan bahwa “sindrom pasangan pensiunan” adalah penyebab utama perceraian pada pasangan lanjut usia. Mempengaruhi sebagian besar wanita yang suaminya pensiun.

Gejala fisik seperti menggigil, nyeri otot, kelelahan dan penyakit perut pun berisiko mulai bermanifestasi.**(Feb)

Tinggalkan Balasan