Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, Juni 30, 2022
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Euro 2020 Dituduh Sebabkan Lonjakan COVID-19, Bagaimana Nasibnya?

Piala Euro 2020. (dok. The Straits Times)

Topcareer.id – Turnamen sepak bola Euro 2020 pada hari Kamis (1/7) disalahkan atas lonjakan kasus virus corona.

Para penggemar berbondong-bondong ke stadion, bar, dan zona nonton bareng di seluruh Eropa untuk meyaksikan aksi tim nasionalnya berlaga sementara pandemi masih berkecamuk.

Menteri Dalam Negeri Jerman menyebut badan sepak bola Eropa UEFA “sama sekali tidak bertanggung jawab” karena mengizinkan kerumunan besar di turnamen.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pencampuran kerumunan di kota-kota tuan rumah Euro 2020, perjalanan dan pelonggaran pembatasan sosial telah mendorong jumlah kasus baru naik 10%.

Penurunan 10 minggu dalam infeksi baru di seluruh Eropa telah berakhir dan gelombang baru tidak dapat dihindari jika penggemar sepak bola dan lainnya lengah, kata petugas darurat senior WHO Catherine Smallwood di Copenhagen, Denmark.

“Kami perlu melihat lebih dari sekadar stadion itu sendiri,” kata Smallwood pada wartawan. “Kita perlu melihat bagaimana orang-orang sampai di sana, apakah mereka bepergian dengan konvoi bus besar yang penuh sesak? Dan ketika mereka meninggalkan stadion, apakah mereka pergi ke bar dan pub yang ramai untuk menonton pertandingan? Peristiwa ini jelas mendorong penyebaran virus,” jelasnya.

Dengan pembatasan COVID-19 yang bervariasi dari satu negara ke negara lain, ukuran kerumunan sangat beragam.

60.000 orang diijinkan masuk stadion di Budapest, hingga kapasitas 25-45 persen di tempat lain di mana sering ada sekitar 10-15.000 penonton.

UEFA mengatakan itu sepenuhnya selaras dengan pedoman otoritas kesehatan setempat di setiap tempat.

“Keputusan akhir mengenai jumlah penggemar yang menghadiri pertandingan dan persyaratan masuk ke salah satu negara tuan rumah dan stadion tuan rumah berada di bawah tanggung jawab otoritas lokal yang kompeten, dan UEFA secara ketat mengikuti tindakan tersebut,” kata pihak UEFA dalam sebuah pernyataan.

Namun Menteri Dalam Negeri Jerman Horst Seehofer mengatakan posisi UEFA “sama sekali tidak bertanggung jawab.”

“Saya tidak bisa menjelaskan mengapa UEFA tidak masuk akal… Saya menduga itu karena komersialisme,” katanya dalam konferensi pers.

Seehofer mengatakan pertandingan dengan 60.000 penonton, seperti di Puskas Arena Hungaria dan juga direncanakan untuk semifinal dan final di stadion Wembley London pasti akan mendorong penyebaran COVID-19.

Baca juga: Kacper Kozlowski, Korban Kecelakaan yang Kini Jadi Pemain Termuda di EURO 2020

Sementara orang Eropa suka menonton langsung turnamen sepak bola, kekhawatiran tentang potensi gangguan kesehatan telah meningkat.

Otoritas kesehatan Skotlandia mengatakan 1.991 orang telah diidentifikasi menghadiri acara Euro 2020 saat terinfeksi.

Di antaranya 1.294 orang telah melakukan perjalanan ke London dan 397 pergi ke stadion Wembley tempat Inggris bermain melawan Skotlandia.

Finlandia mengatakan lebih dari 300 warga negara terinfeksi saat mendukung tim mereka.

Wakil perdana menteri Rusia telah menyerukan larangan pertemuan lebih dari 500 orang.

St Petersburg akan menjadi tuan rumah perempat final pada hari Jumat (2/7), dengan kapasitas 50% diperbolehkan di stadion yang bisa menampung total 68.000 orang.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan