Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, Januari 20, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

Belajar Coding saat Pandemi, Ibu Ini Ciptakan Database Vaksinasi Covid-19

Sumber foto: spaceworks.com

Topcareer.id – Seorang ibu bernama LaShawn Toyoda di Tokyo, Jepang berhasil mengisi waktunya dengan mempelajari coding perangkat lunak sambil merawat balita.

Ia melihat kebingungan yang meningkat dalam feeds media sosialnya, dimana banyak orang non-Jepang yang tinggal di sana kebingungan mendapatkan informasi tentang vaksin COVID-19.

Wanita berusia 36 tahun yang merupaKan mantan guru bahasa Inggris itu baru saja menyelesaikan kursus coding intensif sebagai bagian dari perubahan karier yang dipicu pandemi.

Ia merasa memiliki keterampilan untuk membantu meredakan kekhawatiran di tengah kurangnya arahan yang jelas dari para pejabat yang hanya menyampaikan informasi dalam bahasa Jepang.

“Tidak ada berita yang tersedia dalam bahasa apa pun selain bahasa Jepang tentang kapan, bagaimana, dan di mana orang bisa divaksinasi, bagaimana mereka bisa tahu informasi vaksin jika begini terus,” kata Toyoda.

Toyoda meluncurkan basis data buatannya “Find a Doc,” sebuah basis data kesehatan untuk membantu orang yang tidak bisa berbahasa Jepang menemukan informasi klinik vaksinasi COVID-19.

Basis datanya yang diluncurkan 13 Juni lalu langsung berkembang dari hanya informasi dua klinik menjadi hampir 70 dan tersedia dalam 19 bahasa.

Twitter Toyoda @theyokohamalife pun dipenuhi dengan ucapan terima kasih dari orang-orang yang mendapatkan manfaat melalui situs tersebut.

Situs tersebut telah digunakan oleh lebih dari 36.000 orang yang mencari informasi vaksinasi dengan bahasa selain Jepang.

Baca juga: Mengapa Kamu Perlu Belajar Coding

Diharapkan situs buatannya bisa membantu percepatan vaksinasi di Jepang. Hingga kini Jepang baru memvaksinasi 23% dari populasinya lewat 1 dosis vaksin.

Toyoda yang tahun lalu mengajar bahasa Inggris dan terhempas pandemi, kini bekerja sebagai engineer di sebuah perusahaan perangkat lunak asal Amerika di Jepang.

Dia sendiri memesan suntikan vaksin pertama untuk dirinya sendiri menggunakan database buatannya.

Situs ini telah menerima dukungan luas, dengan programmer yang lebih berpengalaman dari Google, Mercari Inc dan Amazon.com.

Semuanya secara sukarela menambahkan fitur pada database buatan Toyoda dan membuatnya lebih aman serta mudah digunakan.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan