Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Selasa, September 21, 2021
redaksi@topcareer.id
Tips Karier

Mau Izin Sakit saat WFH? Pertimbangkan Beberapa Hal Ini

Ilustrasi. (dok. Forbes)

Topcareer.Id – Banyak yang beranggapan kalau bekerja dari rumah alias WFH itu jauh lebih mudah.

Anggapan ini terkadang menimbulkan efek yang selama ini tidak kita sadari, salah satunya adalah rasa sungkan untuk meminta izin ketika sedang sakit.

Nah, sebelum memutuskan, coba pertimbangkan beberapa hal berikut sebelum meminta izin, agar tak ada anggapan buruk dari atasan.

Pentingnya memberikan bukti kecil

Jillian Zavitz, Manajer Program untuk TalktoCanada.com, mengatakan bahwa jarak yang jauh membuat atasan sulit memastikan apakah karyawannya benar-benar sakit.

Beberapa perusahaan mungkin tak meminta surat dokter, namun sebisa mungkin kamu harus menunjukkan sejumlah bukti kecil. Ini agar mereka tak menerka-nerka dengan kondisi kamu.

Seberapa sakitkah kamu

Sebelum meminta izin sakit, Penulis Rjon Robins menyebutkan kalau ukuran sakit wajib kamu pertimbangkan.

Jika kamu hanya sedikit kelelahan, dan masih masih bisa bekerja sembari berbaring, meminta izin rasanya akan terasa berlebihan.

Namun, kalau kamu merasa benar-benar terganggu dengan sakit yang kamu alami, dan harus benar-benar beristirahat total, jangan pernah ragu untuk meminta izin kepada atasan kamu.

Baca juga: Awas, Terus-terusan Stres bisa Tingkatkan Risiko Alzheimer

Delegasikan
Sebelum meminta izin, jangan lupa untuk mendelegasikan tugas-tugas yang harus selesai hari ini, supaya istirahat yang kamu ambil tidak menganggu kinerja perusahaan di hari itu.

Sakit ya istirahat…

Nah, jika kamu telah izin sakit, tidak membalas email atau pesan, namun aktif seharian di medsos, ini tentu akan jadi penilaian yang kurang baik.

Jika aktivitasmu di medsos tidak ingin terbatasi, setidaknya sempatkan juga untuk membalas email atau pesan yang masuk.

Namun di luar itu semua, ingat kembali alasan kamu meminta izin sakit, yakni untuk beristirahat.**(Feb)

the authorSherley Agnesia

Tinggalkan Balasan