Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Rabu, Juli 6, 2022
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Wajib Tahu! Ini Gejala Ringan, Sedang, dan Parah dari COVID-19 (Bagian 2)

pasien covid

Topcareer.id – Karena COVID-19 yang disebabkan oleh virus corona terus menyebar ke seluruh dunia, penting untuk mengetahui tingkat gejalanya.

Apakah gejala yang kamu alami ringan, sedang, atau parah, dan kapan harus mencari bantuan medis?

Corona biasanya menyebabkan flu biasa atau penyakit virus pernapasan ringan lainnya, tetapi varian baru dapat menyebabkan yang jauh lebih serius, bahkan kematian.

Orang-orang yang berisiko tinggi terkena penyakit parah akibat COVID-19 adalah yang memiliki penyakit paru-paru yang sudah ada sebelumnya, orang yang kekebalannya rendah, bayi dan orang tua.

Berikut ini perbedaan tingkat gejala penyakit akibat virus corona.

Bagian kedua dari artikel:

Jika memiliki gejala ringan / sedang, apakah harus tes COVID-19?
Menurut data dari WHO, 80% kasus yang dikonfirmasi laboratorium dari kasus COVID-19 menunjukkan gejala ringan hingga sedang.

Keputusan tidak hanya didasarkan pada gejala fisik, tetapi juga akan mempertimbangkan usia, penyakit yang mendasari, paparan penyakit, riwayat perjalanan, dan perkembangan gejala.

Sebaiknya sumber daya pengujian ditingkatkan untuk menguji setiap pasien yang menunjukkan gejala paling parah dan berisiko.

Jika kamu merasa mengalami gejala ringan atau sedang, sebaiknya pertimbangkan untuk meningkatkan upaya menjaga jarak, dan melakukan karantina sendiri.

Apabila gejala berada pada level moderat, bicarakan dengan layanan kesehatan untuk melihat apakah tes COVID-19 diperlukan.

Namun, jika gejalanya semakin memburuk, beri tahu penyedia perawatan terdekat sesegera mungkin untuk mengevaluasi penyakit kamu.

Apa saja gejala virus corona yang parah?
Pada sekitar satu dari lima pasien, penyakit akan memburuk, dengan sekitar 14% kasus berkembang menjadi penyakit parah.

Gejala yang parah biasanya pasien akan memerlukan oksigen tambahan.

Dan jika kasus menjadi kritis, ini dapat berkembang menjadi syok septik yang dapat menyebabkan stroke, gagal jantung atau pernapasan, kegagalan organ lain bahkan kematian.

Baca juga: Perbedaan Varian Virus Alpha, Beta, Delta dan Gama?

Gejala dapat memburuk pada beberapa pasien dalam hitungan hari, atau bahkan jam.

Selain itu, dalam beberapa kasus terburuk, virus dapat memasuki sel paru-paru dan mulai bereplikasi untuk membunuh sel.

Ketika sistem imun tubuh menciptakan peradangan untuk melawan virus, terkadang dapat menyebabkan pneumonia yang parah.

Jika kamu mengalami gejala virus corona yang parah, terutama sesak napas disertai demam 38 derajat celsius atau lebih tinggi, segera kunjungi unit gawat darurat terdekat.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan