Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, Juli 2, 2022
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Catat, PPKM Darurat Diperluas ke 15 Wilayah Ini

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto sebut BSU akan kembali digulirkan kepada para pekerja.Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto

Topcareer.id – Pemerintah resmi memutuskan untuk memperluas Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat ke sejumlah wilayah di luar Jawa-Bali.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Konferensi Pers secara virtual, di Jakarta, Jumat (9/7/2021).

“Mulai 12 Juli 2021 sampai dengan 20 Juli 2021, pemerintah menetapkan 15 Kabupaten/Kota di luar Jawa-Bali yang harus menerapkan PPKM Darurat,” ujarnya.

Airlangga pun mengungkapkan 15 Kabupaten/Kota yang dimaksud antara lain:

  1. Kota Tanjungpinang,
  2. Kota Singkawang,
  3. Kota Padang Panjang,
  4. Kota Balikpapan,
  5. Kota Bandar Lampung,
  6. Kota Pontianak,
  7. Kabupaten Manokwari,
  8. Kota Sorong,
  9. Kota Batam,
  10. Kota Bontang,
  11. Kota Bukittinggi,
  12. Kabupaten Berau,
  13. Kota Padang,
  14. Kota Mataram, dan
  15. Kota Medan.

Baca juga: Belajar Coding saat Pandemi, Ibu Ini Ciptakan Database Vaksinasi Covid-19

Lebih lanjut, pria yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) tersebut juga menjelaskan alasan mengapa perlu diperluasnya PPKM Darurat ini.

Antara lain adalah peningkatan kasus yang terjadi, meskipun telah melaksanakan PPKM Mikro.

“Ada beberapa parameter yang digunakan untuk menetapkan Kabupaten/Kota di luar Jawa-Bali yang harus menerapkan PPKM Darurat, seperti Level Asesmen Pandemi tingkat 4, Tingkat Keterisian Tempat Tidur (TT) atau BOR lebih dari 65%, terjadi peningkatan Kasus Aktif secara signifikan, dan pencapaian vaksinasi yang masih di bawah 50% dari total masyarakat yang menjadi target vaksinasi,” tuturnya.

Berdasarkan data yang diperoleh Airlangga, jumlah Kasus Aktif Covid-19 di luar Jawa-Bali pun terus meningkat. Dimana pada tanggal 27 Juni ditemukan sebanyak 50.513 kasus, kemudian tak berselang lama yakni 5 Juli 2021. Jumlah tersebut naik sebesar 34,40% sehingga menjadi 67.891 kasus.

“Dan pada 8 Juli kemarin bertambah 63,74 persen menjadi 82.711 kasus,” pungkasnya.**(Feb)

the authorSherley Agnesia

Tinggalkan Balasan