Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, Januari 27, 2022
redaksi@topcareer.id
Info Beasiswa

Tiap Menit, 11 Orang Meninggal karena Kelaparan

Ilustrasi kelaparan. Dok/The Bogen ProjectIlustrasi kelaparan. Dok/The Bogen Project

Topcareer.id – Menurut laporan badan amal global, Oxfam, yang baru dirilis pada Jumat (9/7/2021), jumlah orang yang meninggal karena kelaparan naik enam kali lipat pada tahun lalu untuk melampaui kematian akibat Covid-19.

Dalam sebuah makalah berjudul “The Hunger Virus Multiplies” menyebut , sebanyak 11 orang meninggal setiap menit karena kelaparan dan kekurangan gizi ketika proporsi orang yang menderita kondisi seperti kelaparan meroket sejak awal pandemi.

Sebagai perbandingan, diperkirakan 7 orang meninggal setiap menit akibat Covid-19.

Secara keseluruhan, 155 juta orang di seluruh dunia sekarang hidup dalam tingkat krisis kerawanan pangan atau lebih buruk, kata Oxfam. Jumlah itu 20 juta orang lebih banyak dari tahun lalu. Organisasi amal itu memperingatkan krisis kelaparan yang semakin dalam.

Penyebab utama kelaparan ekstrim

Perang dan konflik tetap menjadi penyebab utama kelaparan, mewakili dua pertiga kematian terkait kelaparan secara global. Namun, timbulnya pandemi virus corona dan guncangan ekonomi akibat Covid-19, serta krisis iklim yang memburuk, telah mendorong puluhan juta orang kelaparan, catat laporan itu.

Harga pangan global juga melonjak 40%, kenaikan tertinggi dalam lebih dari 10 tahun, kata laporan itu.

Baca juga: Masker Ini Bisa Deteksi COVID-19 Dalam 90 Menit

“Statistiknya mengejutkan, tetapi kita harus ingat bahwa angka-angka ini terdiri dari individu-individu yang menghadapi penderitaan yang tak terbayangkan. Bahkan satu orang terlalu banyak,” kata Presiden dan CEO Oxfam America Abby Maxman, dikutip dari laman CNBC.

Oxfam menyebut negara-negara yang dilanda perang seperti Afghanistan, Ethiopia, Sudan Selatan, Suriah, dan Yaman di antara titik-titik kelaparan terburuk di dunia.

“Kelaparan terus digunakan sebagai senjata perang, merampas makanan dan air warga sipil dan menghambat bantuan kemanusiaan. Orang-orang tidak dapat hidup dengan aman atau menemukan makanan ketika pasar mereka dibom dan tanaman serta ternak dihancurkan,” kata Maxman.

Sementara itu, kerawanan pangan telah meningkat dalam apa yang digambarkan oleh badan amal itu sebagai “pusat kelaparan” seperti India, Afrika Selatan, dan Brasil – beberapa negara yang paling terpukul oleh infeksi Covid-19.

Namun, bahkan negara-negara dengan sistem pangan yang relatif tangguh, seperti AS, telah menderita diguncang oleh pandemi dan guncangan iklim baru-baru ini, catat laporan itu.**(Feb)

Tinggalkan Balasan