Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, Agustus 5, 2021
redaksi@topcareer.id
Tips Karier

5 Pertanyaan Terbaik untuk Interview Kerja Hybrid (Bagian 1)

Ilustrasi. (dok. Built in)

Topcareer.id – Ketika kamu mantap menetapkan untuk mencari pekerjaan dengan sistem hybrid (campuran), kamu tetap perlu memahami bagaimana mencari perusahaan yang menerapkan sistem kerja hybrid.

Untuk membantumu mengetahui apakah perusahaan sedang menuju kesuksesan lewat metode hibrida, ada beberapa pertanyaan yang dapat kamu tanyakan selama wawancara kerja.

Melansir Ladders, coba ajukan lima pertanyaan ini yang jawabannya bisa saja memengaruhi keputusanmu.

1. Apa kebijakan kerja hybrid perusahaan Anda?

Karena jadwal kerja hybrid baru bagi banyak perusahaan, sumber daya manusia mungkin tidak memiliki kebijakan kerja hybrid yang lengkap. Penting untuk mengetahui apakah kebijakan ini relatif berkembang dengan baik atau masih “sedang dalam proses.”

Tidak peduli seberapa berkembang atau tidak kebijakan tersebut, pastikan kamu memiliki pemahaman yang jelas tentang bagaimana kebijakan hybrid perusahaan saat ini diterapkan atau akan diterapkan. Kamu harus dapat jawaban dari pertanyaan berikut ini:

  • Seberapa sering kamu bisa bekerja dari rumah?
  • Seberapa sering kamu harus berada di kantor?
  • Ketika kamu datang ke kantor, apakah kamu harus tinggal sepanjang hari?
  • Ketika kamu bekerja di rumah, seberapa sering kamu perlu berkomunikasi dan bagaimana?
  • Saat kamu tidak berada di kantor, apakah ada jam inti kamu harus online?

Baca juga: Kuasai Wawancara Virtual Lewat Pertanyaan Ini

Jawabannya akan membantumu mengukur dengan lebih baik seberapa banyak perusahaan berinvestasi dalam membuat jadwal kerja hybrid.

2. Siapa yang dapat (atau tidak) melakukan jadwal hybrid?

Hanya karena perusahaan mengizinkan pengaturan kerja hybrid tidak berarti posisimu diperbolehkan memiliki jadwal hybrid.

Jika tidak jelas bahwa posisi yang kamu lamar itu termasuk dalam sistem hybrid atau tidak, maka tanyakan secara spesifik selama wawancara agar kamu tidak kecewa nanti.

Selain posisimu, cari tahu siapa lagi yang bekerja dengan jadwal kerja hybrid. Ini dapat memberi tahu banyak tentang bagaimana perasaan organisasi tentang pekerjaan hybrid atau jarak jauh, dan apakah karyawan hybrid dapat maju atau tidak di perusahaan.

Misalnya, jika pewawancara memberi tahumu bahwa siapapun dapat mengerjakan jadwal hibrida, tetapi manajemen memilih untuk tidak melakukannya, ini dapat menunjukkan bahwa karyawan hybrid tidak akan maju secepat karyawan langsung di perusahaan itu.

Demikian juga, jika manajemen bekerja dengan jadwal yang fleksibel, kamu dapat merasa lebih yakin bahwa jalur kariermu tidak akan terhalang oleh statusmu sebagai karyawan hybrid.**(Feb)

Tinggalkan Balasan