Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, Juli 7, 2022
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Tips Menjaga Mental Tetap Sehat saat Isolasi Mandiri

Isolasi Mandiri. Dok/Cleveland Clinic Health Essentials

Topcareer.id – Salah seorang Psikiater dari Universitas Gadjah Mada, Ronny Tri Wirasto mengatakan sering menemukan pasien yang terinfeksi Covid dan sedang menjalani isolasi mandiri (isoman) memiliki rasa cemas, khawatir, serta ketakutan yang berlebihan.

Menurutnya, hal ini dapat berpotensi memunculkan sejumlah persoalan seperti ketakutan menghadapi penyakit itu sendiri, ketakutan saat isoman, kebosanan hingga menyebabkan frustrasi.

Oleh sebab itu, Ronny yang juga berpforesi sebagai Ketua Prodi Pendidikan Spesialis Ilmu Kejiwaan FKKMK UGM membagikan beberapa tips menghadapi stres agar mental tetap sehat selama isoman.

“Langkah pertama, membatasi menonton, membaca, atau mendengar berita maupun cerita baru terkait covid termasuk melalui media sosial. Pembatasan bisa berupa waktu, jumlah, topik atau sumbernya. Atur waktu dalam pembatasan ini,” ujarnya dikutip dari ugm.ac.id pada Senin (12/7/2021).

Baca juga: Mau Jadi Pengusaha Sukses? Ingat, Jangan Lakukan Kesalahan Ini

Tak hanya itu, para pasien yang menjalani isoman juga diminta untuk melakukan perawatan tubuh secara optimal mulai dari kebersihan hingga aktivitas fisik. Sebagai contoh Ronny mengatakan beberapa tambahan aktivitas fisik yang dapat dilakukan adalah melakukan latihan bernapas dalam, peregangan, atau meditasi yang terarah.

“Di samping itu, mengatur makanan dengan pola seimbang. Lalu, melakukan olah raga ringan secara teratur. Hindari juga konsumsi alkohol dan rokok,” tegasnya.

Kemudian yang tak kalah penting, lanjutnya, tetap terhubung dengan orang lain baik keluarga, kerabat, maupun teman. Dimana para pasien diharapkan dapat selalu berkomunikasi untuk membagi kondisi dan perasaan saat ini baik melalui media sosial, daring maupun via telepon.

Terakhir adalah dukungan sosial untuk memberikan jaminan terhadap pemenuhan kebutuhan dasar serta menghindari adanya pelabelan atau stigmatisasi terhadap pasien Covid-19. Sebab, adanya stigma menjadikan pasien Covid-19 memiliki kekhawatiran yang lebih tinggi dibandingkan saat sebelum terinfeksi Covid-19.

“Diharapkan hal ini dapat mengurai masalah atau stresor saat isoman,” tuturnya.

Dan apabila pasien tetap mengalami kesulitan meskipun telah melakukan tips-tips tersebut, Ronny menyarankan untuk segera meminta pendampingan profesional, baik konselor, psikolog dan atau psikiater.

“Kesulitan yang dimaksud adalah masih saja ada perasaan marah, ketakutan, kesedihan, frustrasi, perubahan nafsu makan, energi berkurang, minat dan keinginan berkurang, kesulitan tidur. Bahkan, perlu diwaspadai jika sampai terganggu tidurnya atau muncul beberapa keluhan fisik seperti nyeri kepala, nyeri ulu hati, serta nyeri di sejumlah bagian tubuh atau kulit,” pungkasnya.**(Feb)

the authorSherley Agnesia

Tinggalkan Balasan