Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Selasa, September 21, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Apa yang Terjadi Jika Sudah Vaksinasi Penuh, tapi Terinfeksi Varian Delta?

Foto Ilustrasi

Topcareer.id – Ya, memang masih ada kemungkinan orang yang telah divaksinasi penuh terhadap Covid-19 bisa terinfeksi varian delta. Namun, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa suntikan itu telah melindungi sebagian besar orang dari sakit yang parah.

“Ada laporan yang masuk bahwa populasi yang divaksinasi memiliki kasus infeksi, terutama dengan varian delta. Sebagian besar adalah infeksi ringan atau tanpa gejala,” kata Dr. Soumya Swaminathan, Kepala ilmuwan Organisasi Kesehatan Dunia, pada konferensi pers, Senin (12/7/2021) dikutip CNBC.

Ia menambahkan, rawat inap meningkat di beberapa bagian dunia, sebagian besar di mana tingkat vaksinasi rendah dan varian delta yang sangat menular menyebar.

Di Amerika Serikat, para pejabat mengatakan hampir semua rawat inap dan kematian Covid baru-baru ini terjadi di antara orang yang tidak divaksinasi.

Infeksi terobosan jarang terjadi, dan sekitar 75% orang yang meninggal atau dirawat di rumah sakit karena Covid-19 setelah vaksinasi berusia di atas 65 tahun, menurut data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit.

“Varian delta menyebar di seluruh dunia dengan kecepatan tinggi, mendorong lonjakan baru dalam kasus dan kematian. Namun, tidak semua tempat menerima pukulan yang sama,” kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Baca juga: Pandemi Di Australia Terus Memburuk Di Tengah Lockdown

“Kami berada di tengah-tengah pandemi dua jalur yang berkembang di mana si kaya dan si miskin di dalam dan antar negara semakin berbeda di tempat-tempat dengan cakupan vaksinasi yang tinggi.”

Ia melanjutkan, varian ini menyebar dengan cepat dan menginfeksi orang yang tidak terlindungi dan rentan.

Swaminathan memperingatkan bahwa orang yang divaksinasi masih bisa mendapatkan Covid dan menularkannya kepada orang lain, itulah sebabnya pejabat WHO mendesak orang untuk terus memakai masker dan mempraktikkan jarak sosial.

“Tapi tentu saja itu mengurangi kemungkinan rawat inap dan kematian yang parah secara signifikan,” tambahnya.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mereka yang terinfeksi Covid setelah vaksinasi menghasilkan virus yang jauh lebih sedikit daripada mereka yang tidak divaksinasi, sehingga mengurangi risiko menularkan virus ke orang lain.

Pejabat WHO mengatakan bahwa diperlukan lebih banyak penelitian untuk memahami dampak vaksin terhadap penularan.

Tinggalkan Balasan