Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Rabu, September 22, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19Tren

Presiden Apresiasi Vaksinasi Covid-19 Door to Door oleh BIN

Presiden Joko Widodo mengarahan siswa sekolah tatap muka hanya 2 kali semingguDok Foto. Biro Setpres

Topcareer.id – Badan Intelijen Negara (BIN) melaksanakan vaksinasi bagi para pelajar serta vaksinasi dari rumah ke rumah atau door-to-door, Rabu (14/7/2021), yang menargetkan sekitar 49 ribu peserta. Kegiatan ini dilakukan secara serentak di 14.

“Hari ini akan divaksinasi 49 ribu (orang), 15 ribu pelajar SMP, 15 ribu pelajar SMA, dan juga nanti door-to door 19 ribu (orang),” kata Presiden Jokowi dari Istana Merdeka, Rabu (14/7/2021).

Kepala Negara menegaskan, pemerintah terus berupaya untuk mengakselerasi pelaksanaan vaksinasi agar kekebalan komunal atau herd immunity dalam menghadapi pandemi COVID-19 bisa segera tercapai.

Pemerintah menargetkan untuk memvaksinasi setidaknya 70 persen dari populasi penduduk atau 181,5 juta jiwa. “Kita ingin mendorong agar vaksinasi ini semuanya bisa dipercepat sehingga bisa tercapai kekebalan komunal dan kita bisa terhindar dari Covid-19,” ujarnya.

Presiden pun mengapresiasi vaksinasi dari rumah ke rumah yang dilakukan oleh BIN sehingga dapat menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat.

Baca juga: 10,2 Juta Bahan Baku Vaksin Sinovac Di Indonesia

“Door-to-door ini bagus, jadi artinya kita mendatangi dari rumah ke rumah, yang ingin vaksin segera disuntik. Saya kira program dari rumah ke rumah ini bagus sekali,” kata Presiden.

Sementara itu, Kepala BIN Budi Gunawan dalam laporannya memaparkan bahwa vaksinasi bagi pelajar dan dari rumah ke rumah yang digelar BIN ini dilaksanakan di 14 provinsi daerah episentrum.

“Ada 15 kabupaten/kota dan 32 titik, yaitu di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan Papua,” ujar Budi.

Budi mengungkapkan, pihaknya telah mempelajari gelaran vaksinasi door-to-door yang dilakukan di sejumlah negara untuk meningkatkan tingkat partisipasi masyarakat. Kegiatan tersebut juga dilakukan dengan memedomani standar protokol kesehatan.

“Metode vaksinasi door-to-door yang kami gunakan mengadopsi vaksinasi door-to-door yang digunakan oleh beberapa negara yang telah mampu meningkatkan partisipasi, menjangkau keluarga yang belum mempunyai akses dan yang takut keluar rumah untuk menghindari tertularnya dari Covid-19,” ujarnya.

Kepala BIN berharap dengan gelaran vaksinasi yang terus diintensifkan ini dapat segera membentuk kekebalan komunal untuk menghadapi pandemi.

Tinggalkan Balasan