Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Senin, Juni 27, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

Asyik! Setelah 16 Bulan Lebih WFH, Staf Twitter bisa Kembali Ngantor

Topcareer.id – Pandemi COVID-19 telah memaksa karyawan Twitter untuk WFH selama 16 bulan, dan kini mereka bisa kembali ke kantor.

Beberapa karyawan Twitter di San Francisco dan New York kembali ngantor pada hari Senin (12/7).

Perusahaan telah membuka kembali kantornya dengan kapasitas 50% di dua kota.

Dengan tingkat vaksinasi COVID-19 yang meningkat, perusahaan teknologi besar AS mulai membuka kembali kantornya.

Namun dengan aturan perusahaan yang berbeda satu sama lain tentang bagaimana dan kapan membuka kembali kantor mereka.

Alphabet Inc Google mengumumkan karyawan dapat secara sukarela untuk ngantor lagi mulai akhir Juli.

Sementara itu Apple menginginkan karyawannya untuk bekerja dari kantor tiga hari per minggu mulai awal September.

Salah seorang karyawan Twitter berbagi foto sarapan mereka dan selfie tanpa masker di kantor.

Ada juga yang mencurahkan perasaannya dengan menulis di Twitter, “Saya lebih bersemangat daripada yang saya harapkan.”

Sementara beberapa karyawan menyatakan kegembiraan kembali masuk kantor, sebagian besar menginginkan waktu minimal di kantor.

Baca juga: Begini Cara Mendapatkan Centang Biru Twitter

Sebuah survei internal perusahaan menemukan bahwa 45% karyawan di San Francisco dan 63% di New York berniat untuk kembali ke kantor, meskipun hanya satu hari dalam seminggu.

Dan sisanya menginginkan untuk tetap bekerja dari jarak jauh atau dari rumah.

Twitter memerlukan bukti vaksinasi COVID-19 untuk masuk kembali ke kantor. Perusahaan masih mengizinkan karyawan yang pekerjaannya dapat dilakukan dari jarak jauh untuk bekerja dari rumah tanpa batas waktu.

CFO Twitter Ned Segal mengatakan dalam sebuah tweet bahwa perusahaan berharap untuk mendukung karyawan “baik di rumah atau di kantor.”

Twitter akan terus menyesuaikan gaji karyawan berdasarkan biaya hidup di lokasi mereka. Facebook dan Google juga telah menegaskan kembali komitmen mereka terhadap kebijakan pembayaran berbasis lokasi tempat tinggal.

Twitter akan memutuskan kapan akan membuka kembali kantor cabang lainnya di dunia berdasarkan infeksi COVID-19 dan tingkat vaksinasi di setiap lokasi.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan