Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Rabu, Juli 6, 2022
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Chili Merekomendasikan Dosis Ketiga Vaksin COVID-19 Sinovac

Topcareer.id – Uji coba manusia tahap akhir di Chili dari vaksin Sinovac merekomendasikan dosis ketiga untuk melindungi dari varian Delta.

Para pemimpin uji coba mengatakan uji coba laboratorium in vitro terpisah untuk menentukan efektivitas vaksin terhadap jenis virus Delta menunjukkan bahwa antibodi penetral berkurang empat kali lipat dibandingkan dengan yang diproduksi terhadap jenis virus corona asli yang pertama kali ditemukan di China.

Ilmuwan China sebelumnya telah melaporkan pengurangan tiga kali lipat yang lebih kecil.

Dr Alexis Kalergis, direktur Institut Milenium untuk Imunologi dan Imunoterapi Chili yang juga menjalankan uji klinis dengan 2.000 peserta, mengatakan kurang dari 3% yang tertular COVID-19 enam bulan setelah menerima suntikan vaksin kedua.

Namun, penelitian menunjukkan adanya penurunan tingkat antibodi pelindung setelah enam bulan vaksinasi.

Kalergis pun merekomendasikan penerapan booster atau dosis penguat ketiga untuk memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap mutasi virus.

“Penurunan alami antibodi setelah vaksinasi menyoroti kebutuhan untuk memperkuat kekebalan dengan dosis booster untuk mengkompensasi dan meningkatkan netralisasi virus,” katanya.

Banyak negara dari China hingga Indonesia dan Brazil sangat bergantung pada vaksin China untuk perlindungan terhadap COVID-19.

Namun, muncul pertanyaan apakah vaksin tersebut bisa memberikan perlindungan yang cukup efektif terhadap varian Delta.

Juru bicara Sinovac Liu Peicheng sebelumnya mengatakan kepada Reuters bahwa suntikan booster bisa bermanfaat.

Baca juga: AS Tinjau Efek Samping dari Vaksin Booster COVID-19

Dosis ketiga menimbulkan reaksi antibodi yang lebih kuat dan tahan lama terhadap varian Delta, namun ia tidak memberikan data terperinci.

Kalergis juga mencatat bahwa peserta uji coba Chili yang diberikan dosis dengan interval 28 hari memiliki “kekebalan yang lebih kuat” daripada mereka yang menerima dosis dengan interval 14 hari.

Chili bertaruh besar pada Sinovac dan menggunakannya untuk meluncurkan salah satu kampanye vaksinasi tercepat di dunia.

Sejauh ini Chili telah mengeluarkan 18,1 juta dosis Sinovac, serta vaksin Pfizer, AstraZeneca dan Cansino.

76% dari populasi orang dewasa di negara itu telah sepenuhnya divaksinasi dua dosis.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan