Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Selasa, Januari 18, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

Tips Menyimpan dan Mengolah Daging dari Pakar UGM

Daging sapi. Sumber foto: asia.nikkei.com

Topcareer.id – Salah satu kegiatan yang tak bisa dilepaskan dari Hari Raya Idul Adha, yakni berkurban. Kebanyakan dari kita akan siap menyantap daging kurban khas Hari Raya Idul Adha. Pakar produksi ternak Universitas Gadjah Mada Panjono lantas berbagi tips menyimpan serta mengolah daging kurban.

Pakar dari Fakultas Peternakan UGM ini mengharapkan masyarakat langsung memasak daging hasil kurban tersebut. Akan tetapi, jika daging kurban tersebut terpaksa untuk disimpan, maka Panjono menganjurkan untuk melakukan hal-hal berikut ini:

1. Jangan mencuci daging segar

Panjono mengatakan bahwa daging yang hendak disimpan sebaiknya tidak dicuci. “Sebab, jika dicuci maka akan memberi peluang bagi penyakit-penyakit yang berasal dari air mentah masuk ke dalam daging,” ucap Panjono, dikutip dari laman resmi UGM pada Senin (19/7/2021).

2. Giling atau potong daging menjadi ukuran kecil/ sedang sesuai rencana masak.

3. Bagi gilingan/potongan daging berdasarkan perkiraan kebutuhan sekali masak.

4. Kemas daging giling/potongan yang telah dibagi tersebut dalam kantung plastik atau wadah tertutup rapat, lebih bagus lagi kalau divakum.

Jika poin kedua, ketiga, dan keempat ini dilakukan maka akan dapat mempermudah ketika nanti hendak mempergunakan daging yang telah disimpan.

5. Letakkan di dalam chiller beberapa saat, kemudian baru disimpan dalam freezer.

Panjono menjelaskan daging akan bertahan lama ketika dibekukan dalam freezer. Akan tetapi sebelum itu, kita juga harus memperhatikan poin kelima ini. Hal ini guna menjaga struktur daging agar tetap stabil dan bahkan bisa lebih empuk.

Baca juga: Perusahaan Wajib Lapor WLKP Setiap Tahun, Ancaman Sanksi Penjara Dan Denda Rp 1 Juta Menanti

Ketika mengalami proses pendinginan, daging akan mengalami proses rigormortis (kejang-kejang). Oleh karena itu, daging sebaiknya dimasukkan ke chiller (bagian kulkas yang bersuhu 2oC – 5 oC), agar proses pendinginan dapat berlangsung rata dan pembekuannya (daging dimasukkan ke freezer) juga terjadi mendadak.

“Pembekuan yang mendadak dan tidak merata bisa merusak struktur daging,” ujar Panjono.

6. Pindahkan dari freezer ke chiller terlebih dahulu sebelum diolah.

Begitu juga sebaliknya ketika daging yang disimpan di freezer kemudian hendak digunakan atau dimasak. Daging sebaiknya dipindahkan dahulu ke chiller agar proses thawing (pencairan) juga dapat berlangsung perlahan dan merata sehingga struktur daging senantiasa dapat tetap bagus ketika digunakan.

“Kalau thawing-nya mendadak, biasanya struktur daging rusak dan banyak drip (air beserta isi-isi plasma sel) yang keluar,” tambah Panjono.

Panjono juga turut memberikan tips terkait tata cara mengolah atau memasak daging tersebut. Pertama, daging harus dimasak dengan benar dan matang. Hal ini guna membunuh bibit-bibit penyakit yang kemungkinan terdapat dalam daging.

Kedua, jika daging tersebut dipanggang, seperti dibuat menjadi sate dan lain sebagainya, Panjono berpesan untuk membuang bagian-bagian yang gosong atau kerak dari tempat pemanggangan.

“Bagian-bagian yang hitam (dari daging panggang) itu sebaiknya jangan dikonsumsi, sebab tidak bagus untuk kesehatan,” pungkas Panjono.

Tinggalkan Balasan