Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Selasa, September 21, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Punya Gangguan Kekebalan Tubuh? Jangan Lengah meski sudah Divaksin

vaksinasi covid

Topcareer.id – Sejak awal pandemi COVID-19, para ahli kesehatan telah memperingatkan orang-orang yang mengalami gangguan kekebalan agar ekstra hati-hati supaya tidak terkena virus.

Mereka yang memiliki sistem kekebalan yang lemah telah melemahkan imun yang membuat mereka lebih rentan terhadap infeksi dan penyakit termasuk COVID-19.

Para ahli kesehatan memperingatkan bahwa orang dengan gangguan kekebalan tetap perlu berhati-hati bahkan jika mereka telah divaksinasi dua dosis.

Faktanya, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS merekomendasikan agar siapa pun yang mengalami gangguan kekebalan terus mengambil tindakan pencegahan keamanan COVID-19.

Penelitian awal telah menunjukkan bahwa orang yang kekebalannya terganggu karena transplantasi organ padat tampaknya tidak merespons vaksin COVID-19 dengan baik seperti populasi umum.

Meskipun begitu, mereka tetap masih direkomendasikan untuk menerima vaksinasi penuh dua dosis.

Dengan kata lain, vaksin COVID-19 memberikan perlindungan, bukan perlindungan penuh, bagi mereka yang kekebalannya terganggu.

Masih belum diketahui seberapa baik vaksin COVID-19 melindungi orang yang kekebalannya terganggu.

Baca juga: Akankah Vaksin Covid-19 Berikan Kekebalan Seumur Hidup?

Studi dilakukan dengan melacak 732 pasien yang telah menerima transplantasi sel induk untuk kanker darah dalam 12 bulan terakhir.

Mereka akan menerima vaksin COVID-19 sebagai bagian dari rencana perawatan kesehatan mereka.

Temuan dari penelitian ini nantinya akan memberi dokter informasi untuk memandu rekomendasi tentang vaksin COVID-19 bagi pasien ini.

Selama penelitian masih berlangsung, orang-orang yang mengalami gangguan kekebalan dan telah divaksin tetap harus terus mengikuti tindakan pencegahan keamanan untuk menghindari COVID-19.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan