Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Selasa, Juli 5, 2022
redaksi@topcareer.id
Tips Karier

Hilangkan 6 Poin Ini dalam Resume, Sekarang Juga! (Bagian 1)

Sumber foto: GlassdoorSumber foto: Glassdoor

Topcareer.id – Mungkin kamu sering mendengar atau membaca tips apa saja yang harus diletakkan pada resume-mu untuk bisa menarik perhatian perekrut. Tapi, jarang yang berbicara soal poin-poin apa yang harus kamu hilangkan dari resume.

“Sebagai CEO layanan penulisan resume, saya telah membaca lebih dari seribu resume tahun ini, dan saya telah melihat banyak ‘sampah’ yang tidak seharusnya, hal-hal yang dapat merusak peluangmu untuk mendapatkan wawancara,” kata Peter Yang, Ahli Karier dan CEO Resume Writing Services, dikutip dari laman CNBC Make It.

Ia menjabarkan beberapa hal yang sering diabaikan dan harus kamu hapus segera dari resume kamu saat ini juga.

1. Hobi dan minat yang tidak relevan

Suka e-sports? Berkemah? Mengumpulkan koin? berkebun? Setiap orang memiliki hobi, dan kebanyakan orang berpikir bahwa semakin unik hobi itu, semakin menonjolkan mereka dari kandidat lain.

“Tetapi manajer perekrutan tidak peduli tentang bagaimana kamu menghabiskan waktu luang, setidaknya tidak segera. Mereka memiliki tenggat waktu dan banyak resume untuk ditinjau, dan saat ini, mereka hanya fokus untuk menemukan kandidat yang memenuhi persyaratan,” kata Yang.

Tentu saja tidak apa-apa untuk memasukkan hobimu jika itu terkait dengan posisi yang kamu lamar. Jika itu pekerjaan keuangan, misalnya, menyebutkan bahwa kamu suka mencoba-coba investasi cryptocurrency dapat dilihat sebagai nilai tambah.

Baca juga: Tips Cantumkan Pekerjaan Sementara Dalam Resume

2. Terlalu banyak soft skill

Bukankah soft skill itu bagus? Ya, tetapi sampai batas tertentu. Terlalu banyak kandidat yang berlebihan dengan soft skill, dan manajer perekrutan sangat menyadari taktik umum ini, jadi kamu mungkin kehilangan kredibilitas ketika mulai menyebutkannya terlalu banyak.

“Saya biasanya merekomendasikan memiliki lebih banyak hard skill daripada soft skill. Untuk soft skill yang kamu sertakan, pastikan itu ditunjukkan dan tidak hanya dinyatakan,” ujar Yang.

3. Profesional headshot

Kecuali kamu ingin terpilih sebagai pemeran utama film layar lebar, kamu tidak perlu menyertakan headshot. Sebenarnya, ada potensi kerugian untuk melakukannya.

Ini dapat menyebabkan bias yang tidak disadari. Baik itu caramu berpakaian, jenis kelamin, ras, atau penampilan lamamu — semua ini adalah hal yang berpotensi memengaruhi pengambilan keputusan perekrut, meskipun dilakukan secara tidak sengaja.

Terakhir, ada kemungkinan kecil bahwa foto tersebut dapat memengaruhi format resume, yang menyebabkan kesulitan teknis saat melewati sistem pelacakan pelamar.**(Feb)

Tinggalkan Balasan