Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Selasa, September 21, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Apakah Keberhasilan Vaksin Buatan China mulai Memudar di Asia?

Vaksin. Dok/Tirto

Topcareer.id – Di seluruh Asia, vaksin China telah memainkan peran penting dalam mengimunisasi orang terhadap COVID-19.

Sudah jutaan orang termasuk di Indonesia menerima suntikan Sinovac atau Sinopharm. Namun dalam beberapa minggu terakhir kekhawatiran berkembang tentang kemanjurannya.

Sekarang, beberapa negara Asia yang menjadikan vaksin China sebagai kunci dalam program imunisasi mereka telah beralih menggunakan suntikan lain.

Langkah tersebut telah menimbulkan pertanyaan apakah vaksin China dapat dipercaya?

Apa yang terjadi di Thailand dan Indonesia?
Thailand mengumumkan akan mengubah kebijakan vaksinnya, alih-alih menerima dua suntikan Sinovac, penduduk Thailand sekarang akan mendapatkan campuran Sinovac dan AstraZeneca.

Petugas kesehatan yang sudah divaksinasi lengkap dengan Sinovac juga akan mendapatkan suntikan yang berbeda sebagai suntikan booster.

Indonesia juga mengumumkan langkah serupa bahwa akan memberikan suntikan booster Moderna kepada petugas kesehatan yang divaksin dengan Sinovac.

Apakah vaksin China efektif?
Dalam uji klinis di seluruh dunia, vaksin virus yang tidak aktif dari Sinovac dan Sinopharm telah terbukti 50% hingga 79% efektif dalam mencegah infeksi Covid yang bergejala.

Tetapi mereka masih sangat efektif dalam mencegah rawat inap atau kematian akibat COVID-19.

Penelitian menemukan suntikan Sinovac 100% efektif di Brazil dan 96 hingga 98% efektif di antara pekerja medis Indonesia.

Pengetahuan tentang vaksin COVID-19 buatan China
Fakta bahwa masih banyak infeksi pada orang yang divaksinasi lengkap dapat disebabkan oleh beberapa faktor, kata ahli epidemiologi Profesor Benjamin Cowling, dari Universitas Hong Kong.

Salah satunya adalah bahwa vaksin China, seperti banyak vaksin lainnya, dapat berkurang kemanjurannya seiring waktu.

Sebuah penelitian di Thailand menemukan bahwa antibodi pada mereka yang divaksinasi penuh dengan Sinovac menurun setengahnya setiap 40 hari.

Bisa juga karena varian Delta yang lebih menular, yang telah terdeteksi pada 60% kasus baru-baru ini di Indonesia.

Belum ada data publik tentang kemanjuran vaksin China terhadap salah satu varian COVID-19.

Tetapi studi pendahuluan telah menyarankan bahwa vaksin virus yang tidak aktif, seperti Sinopharm dan Sinovac, dapat menawarkan perlindungan 20% lebih sedikit terhadap varian Delta daripada terhadap virus asli, menurut Prof Cowling.

Baca juga: 10,2 Juta Bahan Baku Vaksin Sinovac di Indonesia

Tidak ada vaksin yang sepenuhnya efektif dalam mencegah infeksi COVID-19, dan sementara vaksin China tidak 100% efektif, namun masih menyelamatkan banyak nyawa.

Para ahli menekankan bahwa tetap terinfeksi bukan berarti vaksin tidak ada gunanya, justru imunisasi membantu menghentikan orang dari sakit parah akibat COVID-19.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan