Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Selasa, September 21, 2021
redaksi@topcareer.id
Tren

Begini Cara Jaga Kesehatan Mental Anak saat Pandemi

Ilustrasi/Shutterstock

Topcareer.id – Pandemi ini tidak hanya berpengaruh terhadap mental orang dewasa saja, anak-anak pun ikut terkena dampak dari wabah yang tersebar hampir ke seluruh negara di dunia.

Tak ingin melihat dampak buruk atas hal tersebut, Psikolog Anak, Fathya Artha Utami pun membagikan 5 tips untuk membangun suasana rumah yang positif dan nyaman, sehingga bisa menjaga kesehatan mental anak di tengah pandemi.

Keseimbangan antara keluarga dan pekerjaan
Menurut Fathya, pandemi ini mendorong lebih banyak orang tua bekerja dari rumah sehingga menjaga produktivitas sambil mengasuh anak bisa menjadi tantangan tersendiri.

“Jadi orang tua perlu saling berkompromi setiap hari atas peran dan tugas yang dijalani. Tentukan mana yang menjadi prioritas dan kapan saatnya perlu fokus ke keluarga,” ujarnya dikutip di Jakarta, Kamis (22/7/2021).

Ketahui ciri-ciri anak yang sedang stres
Tak bisa dipungkiri, kini banyak anak mengalami stres karena tekanan yang terjadi di rumah selama pandemi.

“Perubahan perilaku dan emosional serta adanya keluhan fisik pada anak adalah beberapa ciri stres yang bisa dialami anak-anak,” jelasnya.

Baca juga: Gak Perlu Bayar, Aplikasi HP Ini Bisa Bikin Foto Makin Keren!

Komunikasikan emosi di masa pandemi
Kepekaan orang tua untuk mendeteksi perilaku stres pada anak sangat dibutuhkan demi menjaga kesehatan mental keluarga. Fathya pun menyarankan agar para orang tua mengkomunikasikan emosi dengan anak secara jujur, agar kita tahu kebutuhan mereka.

“Dengan mengkomunikasikan secara jujur, orang tua dan anak akan dapat menyusun strategi untuk saling menenangkan emosi yang dirasakan. Pahami juga bahwa semua emosi yang dirasakan itu benar dan diterima,” tambahnya.

Dampingi anak kelola emosi
Sama halnya dengan orang tua, selama pandemi, anak pun bisa merasakan sedih, takut, tidak aman dan frustasi. Yang membedakan adalah orang tua lebih mampu untuk mengelola dan mengekspresikan emosi.

“Untuk itu, orang tua perlu mendampingi anak dalam mengelola emosi dengan metode HADIR: Hadapi dengan tenang, Anggap semua perasaannya penting, Dengarkan tanpa distraksi, Ingat untuk bantu menamai emosi anak dan Rembukan opsi, batasan serta solusi masalah,” tuturnya.

Pentingnya relaksasi bagi keluarga
Terakhir Fathya menyarankan agar orang tua memberitahu anak bahwa melakukan meditasi dan memakai masker wajah bersama keluarga bisa menjadi kegiatan menyenangkan di akhir pekan.**(Febs)

the authorSherley Agnesia

Tinggalkan Balasan