Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Selasa, Juli 5, 2022
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Studi: Antibodi Vaksin Sinovac Pudar setelah 6 Bulan

Sinovac bakal digunakan sebagai vaksin booster.Vaksin sinovac. Dok/BBC

Topcareer.id – Antibodi dari vaksin COVID-19 Sinovac akan menurun di bawah ambang batas utama sekitar enam bulan setelah dosis kedua untuk sebagian besar penerima.

Suntikan ketiga atau vaksin booster akan memiliki efek penguat yang baik, menurut sebuah studi laboratorium.

Peneliti China melaporkan temuan dari studi sampel darah dari orang dewasa sehat berusia antara 18-59 dalam sebuah makalah yang diterbitkan pada hari Minggu (25/7) yang belum ditinjau oleh rekan sejawat.

Di antara peserta yang menerima dua dosis, hanya 16,9% dan 35,2% masing-masing masih memiliki antibodi penetralisir virus.

Para peneliti mengatakan tidak jelas bagaimana penurunan antibodi akan mempengaruhi efektivitas suntikan.

Ilmuwan belum mengetahui secara tepat ambang batas tingkat antibodi untuk vaksin agar dapat mencegah penyakit.

Dalam jangka pendek hingga menengah, memastikan lebih banyak orang menyelesaikan jadwal dua dosis vaksin saat ini harus menjadi prioritas.

Indonesia dan Thailand telah sepakat untuk memberikan booster dari Moderna dan Pfizer masing-masing untuk beberapa orang yang divaksinasi penuh dengan Sinovac.

Turki telah mulai menawarkan dosis ketiga dari Sinovac atau Pfizer kepada beberapa orang yang telah mendapatkan suntikan Sinovac.

Studi tersebut juga mengatakan bahwa peserta dalam beberapa kelompok yang menerima dosis ketiga suntikan Sinovac sekitar enam bulan setelah yang kedua menunjukkan peningkatan sekitar 3-5 kali lipat dalam tingkat antibodi.

Baca juga: Vaksin Booster Sinovac Tingkatkan Respon Antibodi hingga 10 Kali Lipat

Para peneliti memperingatkan bahwa penelitian ini tidak menguji efek antibodi terhadap varian yang lebih menular.

Masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk menilai lebih jauh durasi antibodi setelah suntikan ketiga.

Studi ini dilakukan oleh para peneliti di otoritas pengendalian penyakit di provinsi Jiangsu, Sinovac, dan institusi Tiongkok lainnya.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan