Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Selasa, Januari 18, 2022
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Studi: Tingkat Antibodi Vaksin AstraZeneca dan Pfizer Menurun setelah 2-3 Bulan

Vaksin. Dok/Tirto

Topcareer.id – Tingkat antibodi total mulai berkurang enam minggu setelah vaksinasi lengkap dengan Pfizer dan AstraZeneca.

Antibodi bisa berkurang lebih dari 50 persen selama 10 minggu, menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal The Lancet.

Para peneliti dari University College London (UCL) di Inggris mencatat bahwa jika tingkat antibodi terus menurun pada tingkat ini, ada kekhawatiran bahwa efek perlindungan dari vaksin juga mungkin mulai hilang, terutama terhadap varian baru.

Namun, belum bisa diprediksi seberapa cepat hal itu terjadi.

Studi UCL juga menemukan tingkat antibodi secara substansial lebih tinggi setelah dua dosis vaksin Pfizer daripada dua suntikan AstraZeneca.

Tingkat antibodi juga jauh lebih tinggi pada orang yang divaksinasi daripada mereka yang memiliki infeksi COVID-19 sebelumnya.

“Tingkat antibodi setelah kedua dosis vaksin AstraZeneca atau Pfizer awalnya sangat tinggi, yang kemungkinan menjadi bagian penting mengapa mereka sangat protektif terhadap COVID-19 yang parah,” kata Madhumita Shrotri dari UCL Institute of Health Informatics.

“Namun, kami menemukan tingkat ini turun secara substansial selama dua hingga tiga bulan,” kata Shrotri dalam sebuah pernyataan.

Temuan ini berdasarkan data dari lebih dari 600 orang berusia 18 tahun ke atas di semua kelompok orang tanpa memandang usia, penyakit kronis atau jenis kelamin.

Para penulis menyoroti bahwa meskipun implikasi klinis dari penurunan tingkat antibodi belum jelas, beberapa penurunan diperkirakan terjadi.

Namun, penelitian saat ini menunjukkan bahwa vaksin biar bagaimanapun juga tetap efektif melawan penyakit parah.

“Ketika kami memikirkan siapa yang harus diprioritaskan untuk dosis booster, data kami menunjukkan bahwa mereka yang divaksinasi paling awal, terutama dengan vaksin AstraZeneca, kemungkinan sekarang memiliki tingkat antibodi terendah,” kata Profesor Rob Aldridge dari UCL Institute of Health Informatics.

Tim mengakui keterbatasan tertentu dalam data, termasuk ukuran sampel yang kecil untuk beberapa kelompok.

Para peneliti mencatat bahwa setiap individu hanya menyumbangkan satu sampel, sehingga mereka belum dapat memastikan seberapa cepat tingkat antibodi turun untuk setiap individu.

Baca juga: Dengan Jeda Dosis yang Lama, Suntikan Pfizer bisa Tingkatkan Antibodi lebih Tinggi

Peneliti juga menjelaskan bahwa setiap orang akan memiliki tingkat kekebalan yang berbeda tergantung pada kemampuan menetralkan virus dari antibodi mereka, serta respons sel T mereka.

“Bahkan ketika tingkat antibodi yang terukur rendah, kemungkinan akan ada memori kekebalan yang berkelanjutan yang dapat menawarkan perlindungan jangka panjang,” para penulis penelitian mencatat.

Mereka mengatakan penelitian lebih lanjut akan penting untuk menentukan apakah ada batas tingkat antibodi untuk perlindungan terhadap penyakit parah.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan