Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Selasa, September 21, 2021
redaksi@topcareer.id
Tren

Payudara Membesar setelah Divaksinasi Pfizer, Benarkah?

Topcareer.id – Seorang wanita di Australia melaporkan melaporkan efek samping payudaranya membesar setelah disuntik vaksin Pfizer.

Pfizer adalah salah satu dari dua vaksin yang saat ini diluncurkan di seluruh Australia dalam perang melawan COVID-19.

Efek samping yang umum dari vaksin COVID-19 umumnya rasa sakit di tempat suntikan, sakit kepala, kelelahan, atau gejala flu.

Tetapi, banyak wanita yang menyadari bahwa payudara dan kelenjar getah bening mereka telah “membengkak” setelah divaksin menggunakan Pfizer.

Menurut Departemen Kesehatan Australia, kelenjar getah bening yang meradang adalah efek samping yang kurang umum dari vaksinasi.

Dr. Laura Esserman, direktur Pusat Perawatan Payudara Universitas California San Francisco, mengatakan wanita yang mengalami pembengkakan kelenjar getah bening setelah vaksin mungkin berpikir itu tanda-tanda kanker.

“Saya yakin ratusan ribu wanita pasti akan terkena dampak ini,” kata Dr Esserman kepada ABC7 Chicago.

Sebuah studi yang diterbitkan oleh Radiological Society of North America baru-baru ini menyimpulkan bahwa limfadenopati yang diinduksi oleh vaksin adalah efek samping yang penting dipahami oleh dokter, pasien, dan peneliti kanker untuk diwaspadai karena dapat mengakibatkan diagnosis kanker yang salah.

Meskipun tidak jelas berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk sembuh dari pembengkakan kelenjar getah bening pada beberapa wanita, penting untuk dicatat bahwa ini adalah efek “sementara.”

Baca juga: 7 Tanda Kanker Payudara pada Pria

Apa yang menyebabkan pembengkakan?
Ketika orang memiliki vaksin di lengan atas mereka, normal jika kelenjar getah bening di ketiak di sisi tubuh itu diaktifkan dan membengkak.

Ini adalah hal normal dari tubuh yang mempersiapkan respons kekebalan protektif, The Conversation melaporkan.

Menurut Royal Australian and New Zealand College of Radioologists, jenis pembengkakan ini belum dilaporkan dengan vaksin AstraZeneca.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan