Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Selasa, September 21, 2021
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

10 Cara Hentikan Serangan Panik (Bagian 1)

Ilustrasi. (dok. Iamexpat)

Topcareer.id – Serangan panik bisa terjadi pada siapa saja. Serangan panik adalah gelombang ketakutan, panik, atau kecemasan yang tiba-tiba dan intens. Serangan ini luar biasa, dan mereka memiliki gejala fisik serta emosional.

Banyak orang dengan serangan panik mungkin mengalami kesulitan bernapas, berkeringat deras, gemetar, dan merasa jantungnya berdebar kencang. Melansir Healthline, berikut cara yang bisa digunakan untuk menghentikan serangan panik.

1. Lakukan pernapasan dalam

Sementara hiperventilasi (kondisi saat kamu mungkin akan lebih banyak mengeluarkan karbon dioksida daripada menghirupnya) adalah gejala serangan panik yang dapat meningkatkan rasa takut, pernapasan dalam dapat mengurangi gejala panik saat terjadi serangan.

Jika kamu dapat mengontrol pernapasanmu, kamu cenderung tidak mengalami hiperventilasi yang dapat membuat gejala lain — dan serangan panik itu sendiri — lebih buruk. Berfokuslah untuk mengambil napas dalam-dalam masuk dan keluar melalui mulutmu, rasakan udara perlahan mengisi dada dan perut dan kemudian perlahan-lahan meninggalkannya lagi.

2. Kenali bahwa kamu mengalami serangan panik

Dengan mengenali bahwa kamu mengalami serangan panik bukanlah serangan jantung, kamu dapat mengingatkan diri sendiri bahwa ini bersifat sementara, akan berlalu, dan bahwa kamu baik-baik saja.

Singkirkan rasa takut bahwa kamu mungkin akan mati atau malapetaka yang akan datang, keduanya merupakan gejala serangan panik. Ini dapat memungkinkanmu untuk fokus pada teknik lain untuk mengurangi gejala.

3. Tutup matamu

Beberapa serangan panik datang dari pemicu yang membuatmu kewalahan. Jika kamu berada di lingkungan yang serba cepat dengan banyak rangsangan, ini dapat memicu serangan panik. Untuk mengurangi rangsangan, tutup matamu selama serangan panik. Ini dapat menghalangi rangsangan ekstra dan membuatnya lebih mudah untuk fokus pada pernapasan.

Baca juga: Turki Asia Dan Turki Eropa, Apa Bedanya?

4. Latih mindfulness (perhatian penuh)

Perhatian penuh dapat membantumu dalam kenyataan tentang apa yang ada di sekitarmu. Karena serangan panik dapat menyebabkan perasaan terlepas atau terpisah dari kenyataan, ini dapat memerangi serangan panikmu saat mendekati atau benar-benar terjadi.

Fokuskan pada sensasi fisik yang kamu kenal, seperti menjejakkan kaki ke tanah, atau merasakan tekstur jeans di tanganmu.

5. Temukan objek fokus

Beberapa orang merasa terbantu menemukan satu objek untuk memusatkan semua perhatian mereka selama serangan panik. Pilih satu objek yang terlihat jelas dan dengan sadar catat segala kemungkinannya.

Misalnya, kamu mungkin memperhatikan bagaimana jarum jam tersentak ketika berdetak, dan jarum itu sedikit miring. Gambarkan pola, warna, bentuk, dan ukuran benda kepada diri sendiri. Fokuskan semua energimu pada objek ini, dan gejala panikmu mungkin mereda.**(Feb)

Tinggalkan Balasan