Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Selasa, September 21, 2021
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Bolehkah Minum Air sebelum Tidur? Ini Penjelasannya

Dok/Cosmetics Design

Topcareer.id – Kamu perlu minum air setiap hari agar tubuh berfungsi dengan baik. Sepanjang hari dan saat tidur, kamu bisa kehilangan cairan tubuh.

Beberapa orang bahkan membiasakan dirinya minum segelas air sebelum tidur agar tetap terhidrasi sepanjang malam.

Namun, para peneliti justru mempertanyakan apakah minum air sebelum tidur itu sehat atau tidak.

Air minum dan siklus tidur yang terganggu
Minum air sebelum tidur bisa meningkatkan frekuensi buang air kecil di malam hari.

Output urine kamu akan menurun di malam hari, ini memang cara tubuh agar membuatmu bisa tidur setidaknya sampai delapan jam tanpa gangguan.

Minum satu atau dua gelas air putih sebelum tidur dapat mengganggu siklus ini.

Kurang tidur akibat terbangun harus buang air kecil karena minum sebelum tidur juga dapat berdampak buruk bagi kesehatan jantung.

Gangguan tidur juga dapat mempengaruhi potensi seseorang untuk mengembangkan:

  • Tekanan darah tinggi
  • Kadar kolesterol tinggi
  • Penambahan berat badan

Usia juga dapat berperan dalam siklus tidur dan buang air kecil kamu. Semakin tua dirimu, semakin besar kemungkinanmu mengembangkan kandung kemih yang terlalu aktif.

Diabetes mellitus dan hipertrofi prostat jinak juga dapat mempengaruhi fungsi kandung kemih kamu.

Baca juga: 7 Waktu Terbaik untuk Minum Air Mineral

Jadi, kapan waktu terbaik untuk minum air?
Minum air sebelum tidur memiliki sejumlah manfaat. Tetapi, minum terlalu dekat dengan waktu tidur dapat mengganggu siklus tidur.

Kamu harus minum cukup air sepanjang hari untuk menghindari dehidrasi dan mencegah asupan air berlebih di malam hari.

Salah satu tanda dehidrasi adalah urin berwarna kuning gelap. Jika kamu minum cukup air, urine akan berwarna kuning muda hingga jernih.

Minum delapan gelas air sehari adalah tujuan yang bermanfaat, tetapi jumlah dan waktunya dapat bervariasi bagi setiap orang.

Bisa saja kamu perlu minum lebih banyak air, tergantung pada tingkat aktivitas, cuaca, atau jika kamu sedang hamil.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan