Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, November 27, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Covid-19 Landa Massachusetts, 74% yang Terinfeksi sudah Divaksinasi Penuh

Dok/WWLP

Topcareer.id – Sekitar 74% orang yang terinfeksi COVID-19 di Massachusetts, AS telah divaksinasi penuh terhadap virus corona.

Bahkan empat persen di antaranya berakhir di rumah sakit, menurut data baru Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Jumat (30/7).

Data baru dalam Morbidity and Mortality Weekly Report badan AS juga menemukan bahwa orang yang divaksinasi penuh yang terinfeksi membawa virus sebanyak orang yang tidak divaksinasi dan dapat menyebarkannya ke orang lain.

“Temuan ini mengkhawatirkan dan merupakan penemuan penting yang mengarah pada rekomendasi masker terbaru dari CDC,” kata Direktur CDC Dr. Rochelle Walensky.

“Rekomendasi masker diperbarui untuk memastikan masyarakat yang divaksinasi tidak akan tanpa sadar menularkan virus ke orang lain, termasuk orang yang mereka cintai yang tidak divaksinasi atau immunocompromised,” jelasnya.

Sebelumnya, CDC telah merekomendasikan orang Amerika yang divaksinasi penuh dan tinggal di daerah dengan tingkat infeksi COVID-19 yang tinggi untuk tetap mengenakan masker di dalam ruangan.

CDC memperingatkan bahwa varian delta sama menularnya dengan cacar air, memiliki jendela transmisi yang lebih lama daripada jenis COVID-19 asli.

Dan ini bisa membuat orang tua menjadi lebih mudah sakit dan sulit sembuh, bahkan jika mereka telah divaksinasi sepenuhnya.

Delta sekarang setidaknya menginfeksi 132 negara dan di AS sendiri sudah menjadi penyakit dominan.

Virus Delta pun lebih menular daripada flu biasa, flu Spanyol 1918, cacar, Ebola, MERS dan SARS.

Sekitar 74% kasus ini terjadi pada mereka yang menerima dua dosis vaksin mRNA atau yang salah satunya menggunakan Johnson & Johnson.

Baca juga: 99% Kematian Akibat COVID-19 di Italia Terjadi Pada yang Belum Divaksinasi

Di antara lima pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit, empat divaksinasi penuh. Namun bagusnya tidak ada kematian yang dilaporkan.

Pengujian mengidentifikasi varian delta pada 90% spesimen dari 133 pasien.

Sementara banyak penelitian telah menunjukkan bahwa vaksin tidak bekerja dengan baik terhadap varian delta, pejabat kesehatan mengatakan bahwa vaksin masih sangat efektif, terutama dalam melindungi terhadap penyakit parah dan kematian.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan