Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Senin, Januari 24, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

Isi Daya Kendaraan Listrik Sudah Bisa Dilakukan di 2 SPBU Ini

Topcareer.id – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Pertamina resmikan dua Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Di mana lokasinya? SPKLU itu ada di SPBU Pertamina Jalan Lenteng Agung dan MT Haryono.

SPKLU yang diresmikan tersebut memiliki fasilitas fast charging 50 KW dan juga dilengkapi dengan beberapa jenis colokan atau plug charger kendaraan yang memenuhi standar Eropa dan Jepang, seperti CCS2 gun (standar Eropa), Chademo (standar Jepang), serta AC Type 2 dengan daya 43 kW.

Sesuai dengan Peraturan Presiden No. 55 tahun 2019, pembangunan SPKLU ini merupakan kerja sama BPPT dan PT Pertamina dalam pengkajian dan penerapan teknologi untuk mendukung pengembangan ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB).

Kepala BPPT, Hammam Riza menyebut implementasi KBLBB akan menurunkan impor BBM terutama impor bensin sebesar 51 juta barel (8,8 juta kiloliter) pada tahun 2030, dan sebesar 373 juta barel (setara dengan 64 juta kiloliter) pada tahun 2050.

“Dengan asumsi harga impor bensin yang digunakan serta nilai tukar sebesar Rp 15.000 per USD, maka potensi penghematan devisa dari penurunan impor bensin sebesar 5,86 miliar USD (sekitar 87,86 triliun rupiah) pada tahun 2030 dan meningkat menjadi 82,20 miliar USD (sekitar 1.232,93 triliun rupiah) pada tahun 2050,” kata Hammam dalam siaran pers, Kamis (5/8/2021).

Baca juga: Bantuan UKT 2,4 Juta Juga Cair September, Begini Cara Mendapatkannya

Penerapan KBLBB selain menurunkan impor BBM juga akan mengurangi rasio impor terhadap penyediaan energi nasional. Pada tahun 2030, rasio impor akan menurun sebesar 2% sedangkan pada tahun 2050 rasio impor akan turun sebesar 6,6%. Impor BBM ini terjadi karena adanya substitusi BBM dengan listrik.

Hammam menambahkan, BPPT di tahun 2021 ini fokus untuk menghasilkan diantaranya prototype fast charging station untuk kendaraan listrik roda-2 dengan nama SONIK R2 dengan tingkat kesiapterapan teknologi atau technology readiness level 6, dengan kemampuan melayani 2 motor listrik sekaligus.

Serta melakukan hilirisasi prototype dengan mitra industri PT. Wijaya Karya Manufaktur atau WIMA dan startup PT. Wiksa Daya Pratama atau WDP Surabaya.

“Kemudian ada prototype fast charging station untuk kendaraan listrik roda 4 dengan nama SONIK AC dan dengan TKT atau TRL 6, berdaya 22 kW arus bolak-balik serta melakukan hilirisasi prototype tersebut dengan mitra industri PT. LEN Industri Bandung,” ujarnya.

Selain itu, juga dibangun Charging Station Management System bernama SONIK dengan TKT atau TRL 7, berupa aplikasi berbasis web serta aplikasi mobile berbasis Android dan iOS. Di samping itu, dilakukan pula kajian model bisnis serta kerjasama di bidang penerapan SPKLU berkolaborasi dengan PT. Pertamina.**(Feb)

Tinggalkan Balasan