Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Senin, Januari 24, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

Setelah Rumahkan Karyawan, Lion Air Pulangkan 6 Pesawat ke Lessor

lion air

Topcareer.id – Dalam kondisi masa waspada pandemi Covid-19 ini, Lion Air Group telah merumahkan ribuan karyawan. Kini, perusahaan maskapai penerbangan tersebjut juga memulangkan enam armada pesawatnya ke lessor (perusahaan penyedia jasa leasing atau menyewakan barang), Alice Spring, Australia.

“Dari 299 armada (pesawat udara) yang dioperasikan baik skema finance lease maupun operating lease, terdapat 6 (enam armada) yang dikirim ke Alice Spring, Australia, lokasi yang disepakati bersama lessor,” kata Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro dalam siaran pers yang diterima Topcareer.id, Sabtu (7/9/2021).

Danang menjelaskan beberapa poin terkait keputusan memulangkan 6 pesawat ke lessor. Pertama, yakni Lion Air Group sudah melakukan negosiasi dengan semua mitra, 90% ada kesepakatan serta solusi terbaik di tengah masa waspada pandemi Covid-19.

“Lion Air Group menilai (menurut hemat kami) tepat dan menjadi salah satu solusi terbaik, mengingat kondisi pasar (market) yang ada saat ini mengalami penurunan sehingga perlu mengurangi jumlah pesawat udara,” jelas Danang.

Dengan keputusan itu, lanjut Danang, memberikan dampak lebih efisien serta mampu menyesuaikan kapasitas angkut penumpang dan kargo.

Baca juga: Setelah Rumahkan Karyawan, Lion Air Kini Pulangkan 6 Pesawat ke Lessor

Keputusan tersebut juga mendukung operasional dan kinerja Lion Air Group, karena setelah proses direstrukturisasi, biaya mengalami penurunan.

Selama ini, Lion Air Group mengoperasikan pesawat udara melalui 2 (dua) skema atau pola. Pertama: finance lease yakni sewa beli. Kedua, operating lease, yaitu sewa pesawat udara.

Lion Air Group memastikan operasional dan layanan penerbangan tetap dijalankan sesuai permintaan pasar dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, keamanan dan sesuai pedoman protokol keseahtan.

“Pesawat udara yang ada dan belum dioperasikan tetap dilakukan proses perawatan pesawat udara dan pengerjaan lain berdasarkan standar operasional prosedur. Hal ini memastikan dan dipersiapkan bahwa seluruh armada dinyatakan layak dan aman diterbangkan (airworthiness for flight),” ujarnya.

Lion Air Group optimis, pasar penerbangan di Indonesia (pasar domestik) masih ada dan akan terus tumbuh mendatang.

Tinggalkan Balasan