Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, Juni 30, 2022
redaksi@topcareer.id
Profesional

Samudera Indonesia ingin Kelola Bonus Demografi, Ini Alasannya

Dok/Samudera Indonesia

Topcareer.id – Di tengah pandemi COVID-19, PT Samudera Daya Maritim (SDM) sebagai unit bisnis dari Samudera Indonesia melihat bahwa crew industry merupakan salah satu “cara mudah” untuk meraih kehidupan lebih baik.

PT SDM melihat perusahaan-perusahaan yang ada saat ini harus bisa mendiversifikasi tujuan para generasi muda. Tidak semua anak muda harus kuliah atau punya gelar sarjana untuk bisa mendapatkan pekerjaan yang layak.

Banyak juga jenis pekerjaan yang bisa memberikan taraf hidup yang cukup baik asalkan mampu untuk bersaing.

PT SDM melihat Indonesia memiliki bonus demografi yang baik dan ingin memanfaatkan para kaum muda serta mengelolanya.

Menurut Presiden Direktur PT SDM, Ibrahim Kholilul R, PH.D, terlalu banyak perusahaan memikirkan bahwa pendidikan pekerjanya harus linear.

Baca juga: Capt Suarniati, Nahkoda Wanita Asal Aceh Pendobrak Diskriminasi Gender

Akibatnya, banyak orang tidak mempunyai pandangan bahwa ada banyak jenjang karier yang tidak harus linear dengan pendidikannya bisa dicoba.

Ibrahim menyebut Indonesia terkenal sebagai sumber tenaga kerja dan penghasil kru kapal yang handal, namun masih banyak yang belum melihat ini sebagai peluang.

“Kita (SDM) ingin bisa menjadi salah satu agen yang bisa memfasilitasi para anak muda agar bisa bekerja sesuai dengan passionnya.” Kata Ibrahim pada Topcareer.id, Jumat (13/8).

Jika para kaum muda sebagai bonus demografi ini ingin bekerja menjadi kru, PT SDM akan salurkan di tempat yang terbaik.

Royal Caribbean adalah cruise terbaik dunia, kemudian Mediterranean Shipping Company adalah merchant kedua terbesar dunia.

Jadi PT SDM hanya bekerja dengan yang terbaik untuk mengelola bonus demografi Indonesia. “Sebagai yang terbaik, tentunya partner kita juga harus yang terbaik,” tutur Ibrahim.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan