Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, Juli 2, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

Hasil Riset, Ini Ragam Perilaku Konsumen Indonesia dalam Belanja Online

Dalam belanja online perlu berhati-hati dalam menerima pesanan.Ilustrasi. (Dok. The Opera Blog)

Topcareer.id – Laporan Tren Festival Belanja Online di Indonesia 2021 oleh The Trade Desk (pemimpin teknologi periklanan global) mengungkapkan bahwa 8 dari 10 (82 persen) konsumen Indonesia mulai berbelanja online setidaknya satu kali per bulan.

Bahkan, masih dari laporan tersebut, 1 dari 4 konsumen berbelanja secara online beberapa kali dalam seminggu atau lebih. Lebih dari setengah konsumen Indonesia (52 persen) tertarik untuk mengenal brand-brand baru selama festival belanja online berlangsung, seperti 10.10, 11.11, dan 12.12.

The Trade Desk juga menemukan dua kepribadian pembelanja online yang tercermin dalam riset ini yaitu pembelanja ‘terencana’ dan ‘impulsif.’

Hampir 2 dari 3 (64 persen) pembelanja online aktif menggambarkan diri mereka sebagai pembelanja ‘terencana’ di mana mereka sudah merencanakan dan mempelajari apa yang akan dibelanjakan sebelum berbelanja.

Namun, selama festival belanja online, beberapa dari pembelanja ‘terencana’ ini menjadi impulsif, di mana hal ini tercermin dari peningkatan proporsi pembelanja ‘impulsif’ sebesar hampir dua kali lipat.

Faktanya, 42 persen dari pembelanja ‘terencana’ mengaku berbelanja lebih banyak selama festival belanja online, memberikan peluang bagi pemasar untuk mengembangkan strategi yang dapat menjangkau dan memengaruhi para pembelanja tersebut.

Riset ini juga menunjukkan bahwa orang Indonesia cenderung memiliki sifat brand switchers (mudah beralih ke brand lain), dengan 2 dari 5 (44 persen) orang Indonesia cenderung tidak menghiraukan atau bersifat netral terhadap brand yang mereka gunakan saat ini.

Baca juga: Dapat BSU Atau Tidak? Cek Lewat Nomor WhatsApp Ini

Selain itu, lebih dari setengah (52 persen) konsumen tertarik untuk mempelajari tentang brand baru saat festival belanja online. Meskipun data menunjukkan rendahnya loyalitas brand di antara pembelanja di Indonesia, namun pemasar memiliki kesempatan untuk berinvestasi lebih dalam mendorong tingkat brand awareness (kesadaran merek), pertimbangan konsumen dan impresinya terhadap brand.

Florencia Eka, Country Manager The Trade Desk di Indonesia, mengatakan, festival belanja online menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi pemasar.

“Dengan satu dari dua konsumen tertarik untuk mempelajari brand baru, maka pemasar modern harus menjalani strategi pemasaran secara menyeluruh dan fokus dalam mendorong unsur fundamental dari brand untuk mempertahankan pelanggan dengan tingkat loyalitas yang rendah,” kata Florencia dalam siaran pers yang diterima Topcareer.id, Kamis (19/8/2021).

Secara bersamaan, lanjut dia, pemasar yang konsisten berinvestasi untuk meningkatkan brand awareness berkesempatan untuk merebut pelanggan baru dari kompetitor.

Selain itu, brand yang berulang kali berhasil menjangkau konsumen dalam perjalanan pembeliannya lebih cenderung memengaruhi secara positif para pembeli ‘terencana’ yang sudah mempersiapkan belanjaan jauh sebelum festival belanja online berlangsung.

Brand yang mulai konsisten dalam melakukan pendekatan juga akan meningkatkan kesempatan mereka untuk menangkap lebih banyak pembelanja ‘impulsif’ selama periode ini.**(Feb)

Tinggalkan Balasan