Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, Juli 2, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

Kemasan dan Perizinan Jadi Tantangan bagi Produk Lokal Lestari

Topcareer.id – Pemerintah kini sedang gencar-gencarnya menggalakkan gerakan “Bangga Buatan Indonesia.”

Asosiasi pemerintah kabupaten untuk pembangunan lestari, yaitu Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) contohnya.

Mereka mempromosikan produk kabupaten yang bukan hanya diproduksi secara lokal, melainkan produk lokal yang lestari, yang berarti ramah lingkungan dan ramah sosial.

Ini menarik, karena dari sisi lingkungan, proses pembuatan dari hulu ke hilir diklaim tidak membahayakan lingkungan hidup. Bahan bakunya pun diambil dari alam yang terjaga dengan baik.

Sementara dari sisi sosial, produk tersebut bisa membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang hidup di lingkungan lokasi usaha.

Baca juga: 5 Produk Lestari Unggulan Dalam Negeri yang Kamu Wajib Tahu!

Namun, proses pembuatan produk lokal lestari diketahui masih menemui banyak tantangan, salah satunya dari segi kemasan.

Sejauh ini, masih ada yang menggunakan materi kurang ramah lingkungan karena keterbatasan pilihan di kabupaten.

Itu mengapa, LTKL terus berusaha mencari model pengemasan yang lebih ramah lingkungan. Sebab, kemasan ini juga menyangkut harga. Semakin tinggi harga, makin sulit pemasarannya.

Plus, produk lokal ini diproduksi jauh dari kota, sehingga biaya distribusi perlu dipertimbangkan.

Hal penting lain yang menjadi concern utama LTKL adalah perizinan. Pelaku UMKM sebaiknya sudah memiliki sertifikasi Produk Usaha Rumah Tangga (PIRT).

Untuk mengatasi ini, LTKL bersama Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), yang didukung oleh SMESCO Indonesia dan mitra pendukung lain mengadakan pelatihan terkait perizinan UMKM.

Ini penting karena tidak semua pelaku usaha paham tentang perizinan, padahal produknya bagus.

Saat awal mengkurasi produk untuk dimasukkan ke toko online Gerai Kabupaten Lestari, LTKL melihat dari sisi cerita, sustainability, dan kemasan. Tapi, karena perizinan merupakan faktor yang penting, maka kemudian mereka memasukkannya sebagai salah satu kriteria.

Merayakan HUT RI Ke-76, LTKL sempat menggelar acara Virtual UMKM Fair yang dikemas dengan format live shopping. Tujuan acara ini adalah memperluas jaringan UMKM yang membuat produk lokal lestari, meningkatkan eksposur tentang narasi produk lokal lestari, dan menambah transaksi penjualan produk lokal lestari.

Melalui kanal YouTube SMESCO Indonesia, LTKL, Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) bersama SMESCO Indonesia, dan Hutan Itu Indonesia (HII), mengajak semua masyarakat untuk bangga dan belanja produk-produk lokal lestari yang dikembangkan oleh sejumlah kabupaten.

Tercatat, setidaknya ada 23 produk yang dikurasi secara khusus untuk dipamerkan di Gerai Kabupaten Lestari, Tokopedia, hasil kerja sama LTKL, dan mitra gotong royong. 

“Harapan kami dan mitra kolaborator, melalui Gerai Kabupaten Lestari di Tokopedia, kita bersama-sama dapat meningkatkan peluang pasar untuk produk-produk lokal lestari dari kabupaten dan mendorong konsumen lebih mindful dalam memilih produk yang ramah lingkungan dan ramah sosial,” kata Ristika Putri Istanti, Manajer Program Sekretariat LTKL.

Gerai Kabupaten Lestari dapat diakses di laman ini. Silahkan berlunjung.
 

the authorFeby Ferdian

Tinggalkan Balasan