Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, Juli 2, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

Menparekraf Jelaskan Capaian Kerja, Banyak yang Tak Capai Target

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno. (Dok. Kemenparekraf).

Topcareer.id – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahudin Uno menyampaikan capaian kinerja Kemenparekraf tahun 2020 pada Kamis (26/8/2021). Ia mengatakan, ada beberapa hal yang belum mencapai target pencapaian.

Sandiaga memaparkan, nilai devisa pariwisata yang bernilai 3,244 miliar dolar Amerika Serikat meleset dari target 3,3 miliar dolar Amerika Serikat. Lalu nilai ekspor ekonomi kreatif senilai 15,06 miliar dolar Amerika Serikat meleset dari target 16,9 miliar dolar Amerika Serikat

Kemudian, nilai tambah ekonomi kreatif sebesar Rp1.134,9 triliun dari target Rp1.157 triliun, serta jumlah pengeluaran wisatawan mancanegara sebesar 1.145,64 dolar Amerika Serikat dari target 1.213,87 dolar Amerika Serikat.

“Meski demikian, untuk kontribusi PDB pariwisata berhasil mencapai target sebesar 4 persen. Lalu jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai total 4,053 juta kunjungan dari target 2,8 juta-4 juta kunjungan dan jumlah pergerakan wisatawan nusantara dengan target 120-140 juta pergerakan dengan capaian 198,246 juta pergerakan,” jelas Menparekraf.

Baca juga: Kemasan Dan Perizinan Jadi Tantangan Bagi Produk Lokal Lestari

Perlu digarisbawahi bahwa data capaian target tersebut merupakan target penyesuaian berdasarkan revisi renstra 2020-2024 yang diperbaharui pada Juli 2020 karena adanya pandemi COVID-19.

Data pergerakan wisnus 2020 misalnya target awalnya adalah 310 juta pergerakan lalu direvisi menjadi 120-140 juta dan berdasarkan data sementara tercapai 198 juta. Sehingga bila dibandingkan dengan target awal justru -36 persen.

Sementara itu, Wamenparekraf/Wakabaparekraf, Angela Tanoesoedibjo memaparkan anggaran dan laporan keuangan Kemenparekraf/Baparekraf tahun 2020. Angela mengatakan, pada 2020, Kemenparekraf memiliki pagu anggaran sebesar Rp3.684.440.605.000 dengan realisasi sebesar Rp3.410.271.877.209 atau sekitar 92,56 persen dan sisa anggaran sebesar Rp274.168.727.791.

Angela juga menyampaikan berdasarkan hasil opini laporan keuangan tahun 2020 yang dikeluarkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Kemenparekraf/Baparekraf meraih predikat wajar tanpa pengecualian (WTP).

“Kami juga sudah menindaklanjuti seluruh rekomendasi BPK dari temuan yang ada pada laporan keuangan Kemenparekraf/Baparekraf tahun anggaran 2020 dan akan terus dimonitor pelaksanaannya,” ucap Angela.

Tinggalkan Balasan