Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, Juli 2, 2022
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Ternyata Begini Cara Diet yang Benar

Dok.. Consultantdietitians

Topcareer.id – Siapa yang tak ingin memiliki berat badan yang ideal. Bahkan tak sedikit pria maupun wanita yang rela melakukan diet ketat seperti defisit kalori dengan angka yang tak masuk akal hingga rela memuntahkan makanan yang telah mereka konsumsi.

Namun, menurut Dosen dari Departemen Gizi Kesehatan UGM, Mirza HST Penggalih diet yang benar adalah bagaimana kita memberi makanan sesuai dengan kebutuhan kita.

Sesuai tentunya akan bermacam-macam, baik sesuai dengan AKG (Angka Kecukupan Gizi) ataupun bisa jadi sesuai dengan seseorang yang memiliki kondisi tertentu misalnya mempunyai hipertensi atau diabetes.

“Jadi, diet itu tidak melulu identik dengan mengurangi atau membatasi makanan. Tapi tetap disesuaikan. Bisa jadi disesuaikan itu dilebihkan, misal dengan orang-orang yang mempunyai aktivitas fisik lebih banyak termasuk pada golongan atlet, disesuaikan dietnya justru dilebihkan. Itu makna diet sebenarnya seperti apa,” ujarnya dalam siaran Radio Indonesia Sehat UGM pada Kamis, (26/8/2021).

Diet yang baik Mirza melanjutkan adalah yang sesuai dengan panduan yang dianjurkan oleh Kementerian Kesehatan, yaitu dengan mengaplikasikan “Isi Piringku Sekali Makan.”

Baca juga: Telur Rebus, Menu Sehat untuk Perlancar Diet Kamu

Dimana dalam panduan gizi seimbang ini harus ada sumber karbohidrat (nasi, kentang, roti, serta umbi-umbian), protein nabati (tahu, tempe, kacang-kacangan), protein hewani (telur, ayam, daging, dan ikan), lemak yang sehat (alpukat, olive oil, omega 3, AHA dan DHA), vitamin, mineral serta aktivitas fisik seperti berolahraga yang harus terpenuhi.

“Kalau karbohidrat kita bisa mengambil 3-4 porsi sehari tergantung keadaan masing-masing. 3-4 kali sehari dibagi menjadi masing-masing satu porsi makan pagi, siang dan malam. Kelebihan 1 porsi karbohidrat bisa digunakan untuk memakan snack yang mengandung karbohidrat. Mudahnya, satu centong nasi dihitung satu porsi,” ungkapnya.

Namun perlu diingat, porsi setiap orang itu berbeda-beda. Misalnya porsi ibu hamil, lansia, dan anak-anak akan berbeda. Inilah yang perlu diperhatikan dan disesuaikan kembali berdasarkan kebutuhan masing-masing golongan.

Selain itu, Mirza juga menjelaskan mengenai diet dengan cara meminum jeruk sebelum sarapan untuk menurunkan berat badan. Ia pun menegaskan jika meminum jeruk sebelum makan tidak berpengaruh dalam menurunkan berat badan, namun lebih untuk meningkatkan metabolisme agar makanan yang kita makan bisa segera digunakan untuk sumber energi dan bisa mendukung aktivitas kita.

““Itu fungsinya untuk meningkatkan metabolisme sehingga sarapan pagi kita bisa digunakan untuk sumber energi. Untuk membakar simpanan lemak satu-satunya cara adalah dengan olahraga diimbangi diet seimbang,” paparnya.**(Feb)

the authorSherley Agnesia

Tinggalkan Balasan