Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, Juli 7, 2022
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Pfizer Kejar Persetujuan untuk Booster Vaksin COVID-19

Topcareer.id – Pfizer Inc pada hari Rabu (25/8) mengatakan dosis booster vaksin COVID-19 dua kali suntikannya memacu peningkatan lebih dari tiga kali lipat dalam antibodi terhadap virus corona, karenanya perusahaan kini ngotot mencari persetujuan dari regulator AS untuk vaksin boosternya.

Pemerintah AS mengatakan sedang bersiap-siap untuk meluncurkan vaksin ketiga dari Pfizer dan Moderna Inc mulai pertengahan September 2021.

Namun hal tersebut masih menunggu keputusan dari Food and Drug Administration (FDA) dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) apakah vaksin booster memang diperlukan.

Sebuah komite penasihat luar untuk CDC dijadwalkan bertemu pada hari Senin (30/8) untuk meninjau data klinis.

Pfizer mengatakan 306 orang yang diberi dosis ketiga vaksinnya antara lima dan delapan bulan setelah suntikan kedua mereka menunjukkan tingkat antibodi penetral yang 3,3 kali lebih tinggi setelah suntikan kedua mereka.

Studi tersebut yang rinciannya belum dipublikasikan juga menemukan bahwa efek samping dari suntikan ketiga mirip dengan reaksi dosis kedua.

Para ilmuwan terus memperdebatkan apakah tingkat antibodi yang berkurang berarti bahwa penguat vaksin booster COVID-19 perlu diberikan secara luas.

Presiden AS Joe Biden mengatakan, “Ini adalah cara terbaik untuk melindungi diri kita dari varian baru yang mungkin muncul.”

Baca juga: Penelitian: Vaksin Booster COVID-19 Tunjukkan Tanda-Tanda Penjinakan Varian Delta

Namun, Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan data tentang manfaat dan keamanan suntikan booster vaksin COVID-19 tidak meyakinkan.

WHO menyerukan penundaan peluncuran vaksin booster dan meminta untuk lebih fokus pada negara-negara yang belum menerima vaksin pertama atau kedua.

Pfizer dan BioNTech mengatakan mereka bermaksud untuk mengajukan data mengenai vaksin booster ke European Medicines Agency dan otoritas pengatur lainnya di seluruh dunia dalam beberapa minggu mendatang.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan