Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Minggu, Juli 3, 2022
redaksi@topcareer.id
Covid-19

New! Kumur-Kumur Bisa Diagnosis Covid-19

Ilustrasi. Dok/CNN Indonesia

Topcareer.id – PT. Biofarma baru merilis alat untuk mendiagnosis Covid-19. Uniknya pemakaian alat ini hanya dengan metode kumur, sehingga tidak meninggalkan bekas sakit seperti tes COVID-19 pada umumnya.

“PT. Biofarma memproduksi alat diagnosis COVID-19 dengan metode kumur. Alat tersebut dinamai BioSaliva yang diklaim nyaman saat digunakan,” ujar Direktur pemasaran. Bio Farma, dr. Sri Harsi Teteki, pada Kamis (2/9/2021).

Bahkan, BioSaliva yang telah mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan pada tanggal 1 April 2021 tersebut diklaim memiliki sensitifitas hingga 95% sehingga dapat digunakan sebagai alternatif selain menggunakan PCR Kit.

Untuk penggunaannya pun cukup mudah. Pertama, pengguna BioSaliva dianjurkan batuk sedikit untuk mengeluarkan dahak tanpa dibuang. Kemudian, barulah pengguna dapat memasukan cairan kumur yang tersedia dalam kemasan BioSaliva ke dalam mulut dan mulai berkumur di bagian dalam tenggorokkan.

Baca juga: Inggris akan Berikan Vaksin Booster COVID-19 pada Penderita Imunosupresi

Setelah beberapa menit, pengguna tinggal mengeluarkan cairan kumur dari dalam mulut ke dalam wadah dan campurkan dengan larutan pencampur yang juga tersedia dalam kemasan. Lalu kocok dan sampel siap dites di laboratorium.

Sri pun berharap supaya produk ini bisa menjawab tantangan laboratorium klinis akan kebutuhan testing dengan kondisi lapangan di Indonesia, yang umumnya jauh dari fasilitas kesehatan.

Selain itu, diharapkan pula, tes PCR dengan metode kumur ini dapat berkontribusi dalam meningkatkan kapasitas tracing nasional terutama untuk kalangan anak-anak dan Lansia yang membutuhkan kenyamanan lebih dalam pengambilan sampel.

“Ke depannya proses pengambilan sampel dapat dilakukan di area non-medis dengan pengawasan tenaga kesehatan, sehingga mengurangi kerumunan dan menghindari kontak. Proses pengambilan sampel yang praktis juga memungkinkan pengambilan sampel dalam jumlah yang sangat besar tanpa perlu menambah tenaga medis,” pungkasnya.**(Feb)

the authorSherley Agnesia

Tinggalkan Balasan