Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Rabu, Juli 6, 2022
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Negara Ini Jadi Penyumbang Vaksin Covid Terbesar di Dunia

Booster jadi syarat untuk mudik.Vaksin. Dok/Pharmaceutical Technology

Topcareer.id – Menurut data publik yang dikumpulkan oleh United Nations International Children’s Emergency Fund (UNICEF), Amerika Serikat adalah donor terbesar vaksin Covid-19 secara global, jauh di depan ekonomi utama lainnya seperti China, Jepang dan Inggris.

UNICEF adalah badan PBB yang bertanggung jawab atas perlindungan dan perkembangan anak. Ia juga mengelola pasokan vaksin Covid untuk inisiatif COVAX, yang bertujuan untuk berbagi dosis dengan negara-negara berpenghasilan rendah.

Badan tersebut mengkonsolidasikan data tentang vaksin Covid yang disumbangkan dari informasi yang tersedia untuk umum, yang mungkin tidak menunjukkan seluruh donasi secara global.

Namun, data tersebut memberikan gambaran sekilas tentang aliran donasi vaksin ketika negara-negara kaya maju dalam upaya vaksinasi mereka, sementara banyak negara berkembang berjuang untuk menginokulasi populasi mereka.
Donasi tidak mencukupi

AS telah menyumbangkan dan mengirimkan lebih dari 114 juta dosis vaksin Covid ke sekitar 80 negara yang sebagian besar berkembang di seluruh Asia, Afrika dan Amerika Latin, data menunjukkan. Itu lebih dari tiga kali lipat 34 juta yang telah disumbangkan China, menurut data.

Baca juga: Pengujian Vaksin Booster COVID-19 Untuk Penderita Autoimun Dimulai

China adalah donor vaksin Covid-19 terbesar kedua di dunia, sementara Jepang berada di urutan ketiga dengan sekitar 23,3 juta, menurut data yang dikumpulkan oleh UNICEF.

Data menunjukkan, negara-negara Asia termasuk di antara penerima terbesar donasi vaksin Covid, yakni Bangladesh, Filipina, Indonesia, dan Pakistan, masing-masing menerima lebih dari 10 juta dosis donasi.

Secara keseluruhan, lebih dari 207 juta dosis vaksin Covid yang disumbangkan – secara bilateral atau melalui COVAX – telah dikirimkan, data menunjukkan. Itu jauh dari jumlah dosis yang direkomendasikan oleh panel independen yang dibentuk oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Dalam laporan terakhirnya pada bulan Mei, panel independen merekomendasikan agar negara-negara berpenghasilan tinggi mendistribusikan kembali setidaknya satu miliar dosis vaksin Covid ke negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah pada 1 September, dan satu miliar dosis lainnya pada pertengahan 2022.

Sebuah studi oleh perusahaan analitik Airfinity menunjukkan bahwa negara-negara kaya telah membeli lebih banyak vaksin Covid daripada yang mereka butuhkan.

Airfinity memproyeksikan bahwa AS, Uni Eropa, Inggris, Kanada, dan Jepang akan memiliki surplus lebih dari 1,2 miliar dosis pada tahun 2021 setelah menginokulasi semua orang yang memenuhi syarat dan memberikan suntikan booster.

Tinggalkan Balasan