Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, Juli 7, 2022
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Usai Hilang Penciuman, Beberapa Pasien COVID-19 Alami Distorsi Bau

Topcareer.id – Banyak orang yang kehilangan indera penciumannya karena COVID-19 akhirnya mendapatkannya kembali, tetapi beberapa orang yang selamat kemudian melaporkan penyimpangan penciuman dan bau yang tidak dapat dijelaskan, sebuah studi baru menemukan.

Para peneliti menganalisis tanggapan survei dari 1.468 orang yang telah didiagnosis dengan COVID-19 antara April sampai September 2020 dan telah kehilangan penciuman serta perasa pada awal penyakit mereka.

Awalnya, sekitar 10% juga melaporkan distorsi bau atau parosmia dan bau yang tidak dapat dijelaskan (phantosmia).

Rata-rata enam sampai tujuh bulan setelah jatuh sakit dan pertama kali melaporkan kehilangan penciuman, sekitar 60% wanita dan 48% pria telah mendapatkan kembali kurang dari 80% kemampuan penciuman sebelum sakit, disusul tingkat distorsi penciuman serta bau imajiner.

Para peneliti melaporkan studi tersebut pada hari Selasa (31/8) di medRxiv menjelang tinjauan sejawat.

Baca juga: Cara Alami Mengembalikan Indera Penciuman Yang Hilang Akibat COVID-19

Sekitar 47% melaporkan parosmia, dengan mengatakan misalnya, “beberapa hal sekarang berbau seperti bahan kimia.”

Sementara itu sekitar 25% melaporkan phantosmia. “Kadang-kadang saya bisa mencium bau terbakar tetapi tidak ada orang lain di sekitar saya yang merasakan hal sama,” lapor seorang responden.

Masalah penciuman yang persisten terlihat lebih sering pada orang yang selamat dengan lebih banyak gejala secara keseluruhan.

Ini menunjukkan mungkin saja itu merupakan penanda utama long COVID, kata para penulis.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan