Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, Juni 30, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

Wow! Wanita Ini Hidup dengan Membawa Jantung di Ranselnya

Topcareer.id – Jantung adalah organ berotot yang memberi kekuatan pada manusia karena memasok darah yang membawa oksigen dan nutrisi ke setiap sel, saraf, otot, dan organ vital dalam tubuh.

Jantung menciptakan denyut elektoral aktual yang mengalir melalui tubuh dan memasok energi untuk keperluan hidup.

Tetapi seorang wanita di Inggris bisa hidup tanpa jantung di dalam tubuhnya. Ia hidup dengan membawa jantungnya di dalam ransel.

Selwa Hussain, wanita asal Ilford, di London timur Inggris ini melakukan implan jantung buatan total sejak 27 Juni 2017.

Ibu dari dua anak ini dibawa ke Rumah Sakit Harefield, London barat pada 2017 silam setelah menderita gagal jantung.

Kala itu Selwa merasa sangat terengah-engah dan dia berkendara cukup jauh untuk menemui dokter keluarganya.

Dari sana dia dikirim ke rumah sakit setempat di mana dia diberitahu bahwa dirinya menderita gagal jantung yang parah.

Selwa terlalu sakit untuk tetap hidup dengan pompa pendukung dan kondisinya memburuk dengan sangat cepat.

Satu-satunya pilihan untuk menyelamatkan hidupnya adalah dengan menanamkan jantung buatan total.

Suaminya, Al, setuju untuk memberinya jantung buatan. Jantung alami Selwa pun diangkat oleh ahli bedah dan diganti dengan implan buatan dan seperangkat unit spesialis di punggungnya.

The “Daily Mail” melaporkan bahwa Salwa Hussein (39) adalah satu-satunya orang di Inggris yang hidup tanpa jantung di dalam tubuhnya.

Tas ransel miliknya menjadi tempat jantungnya berada, ia selalu pergi bersama dengan tas ransel berisi perangkat dengan dua baterai seberat 6,8 kg yang merupakan motor listrik dan pompa jantung.

Baterai mendorong udara ke dalam kantong plastik di dada pasien melalui tabung yang terpasang untuk sirkulasi darah di tubuhnya.

Jantung buatan senilai 81 lakh atau sekitar Rp 126,8 juta itu dibuat oleh perusahaan Amerika.

Proses pemasangan operasinya berlangsung selama enam jam dan dilakukan oleh ahli bedah Diana Garcia Saez yang dibantu oleh kepala operasi transplantasi Rumah Sakit Harefield, Mr. Andre Simon.

Selwa menghabiskan beberapa bulan berikutnya di rumah sakit untuk belajar bagaimana berjalan, berbicara, makan dan minum serta membangun kekuatan otot.

Proses pemulihannya dibantu oleh tim ahli di RS Harefield. Selwa akhirnya bisa pulang untuk menghabiskan waktu Natal dengan suami dan anak-anaknya.

Baca juga: Jantung Buatan Pertama Di Dunia dapat Persetujuan di Eropa

Suaminya Al harus selalu mendampingi istrinya karena takut jika baterai jantungnya tiba-tiba mati.

Mereka hanya punya waktu 90 detik untuk mengganti baterai yang sudah habis dengan baterai baru.

Jantung buatan itu mampu memompa darah ke seluruh tubuh Selwa dengan kecepatan 138 kali setiap menit yang membuat ia tetap hidup.

“Harefield sangat luar biasa. Mereka berhasil menemukan solusi untuk masalah jantung saya dan memberi saya kesempatan untuk merayakan tahun baru bersama keluarga saya. Untuk itu, saya merasa sangat bersyukur,” kata Selwa.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan