Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, Oktober 23, 2021
redaksi@topcareer.id
Tips Karier

4 Tanda Kamu belum menjadi Pemimpin yang Baik di Perusahaan

Ilustrasi. (dok. Australian College of Professionals)

Topcareer.id – Kepemimpinan yang baik perlu dimiliki seseorang untuk mengatur karyawan sehingga operasional perusahaan bisa berjalan dengan benar.

Banyak orang merasa dirinya sudah menjadi pemimpin yang baik bagi anggota timnya di kantor, padahal sebenarnya tidak demikian.

Terkadang sulit untuk menyadari apakah kamu sudah menjadi pemimpin yang baik atau belum, dan seringkali staf kamu lah yang lebih bisa menilainya.

Berikut ini ada empat hal utama yang menandakan seseorang bukanlah pemimpin yang baik.

1) Merasa memiliki semua jawaban
Kepemimpinan bukan tentang menunjukkan seberapa banyak kamu memiliki jawaban dari segala hal.

Faktanya, itulah cara tercepat untuk menciptakan budaya di mana pemimpin jadi suka merendahkan untuk membuat diri mereka menjadi tampak lebih tinggi.

Pemimpin yang baik tidak akan berusaha untuk terlihat seolah-olah mereka memiliki semua jawaban.

Jika kamu sebagai pemimpin merasa tidak tahu, langsung tanyakan saja kepada anggota tim tanpa harus merasa gengsi.

Kepemimpinan adalah tentang mengambil tanggung jawab, bukan untuk menunjukkan dominasi atas orang lain dan merasa paling pintar.

2) Selalu mengatakan bahwa kamu adalah bosnya
Jika kamu harus memberi tahu bawahan, cukup ingatkan saja mereka tanpa mengucapkan embel-embel bahwa kamu adalah pemimpin mereka atau penentu nasib mereka.

Tidak ada yang suka mengikuti seorang pemimpin yang selalu mengingatkan starfnya tentang jabatan mereka.

Ini persis sama dengan mengasuh anak. Banyak anak jadi tidak menghormati orangtuanya ketika mereka terlalu sering mendengar aturan dari orangtuanya dengan kalimat, “Saya itu orangtua kamu, paham?!”

Di saat itulah anak akan mulai diam-diam merencanakan balas dendam atau menjadi pemberontak.

Saat kamu sebagai pemimpin berkata, “Lakukan apa yang saya katakan karena saya manajer kamu/kalian.” Kamu mungkin memenangkan pertempuran pada saat itu.

Tetapi perlu kamu ketahui bahwa kamu sebenarnya telah kalah perang dan kehilangan rasa hormat sebagai seorang pemimpin.

3) Terlalu banyak bicara dan bercerita
Ketika kamu terlalu banyak bicara atau bertele-tele dalam menjelaskan atau mendelegasikan suatu tugas, mereka akan merasa tidak nyaman dengan kamu.

Pemimpin sejati seharusnya tahu nilai dalam berusaha untuk memahami sebelum menuntut untuk dipahami.

Menjadi pendengar yang baik sangat penting untuk modal menjadi pemimpin yang baik.

Saat ada tugas hendak didelegasikan, cari tahu bagaimana mengerjakannya, kemudian tetapkan tindakan yang harus dilakukan staf dan beri tahu kapan mereka harus menyelesaikannya.

Baca juga: 5 Cara jadi Pemimpin yang Dihormati Karyawan

4) Bertindak layaknya Tuhan
Pemimpin adalah titik pusat untuk semua hal. Saat kamu terjebak dalam siklus reaksioner di mana semua staf selalu mencari kamu agar bisa menyelesaikan sesuatu, kamu telah gagal.

Seharusnya dalam menjalankan proyek kamu tidak bekerja dengan memikirkan apapun semuanya sendiri dan semua staf bergantung pada keterlibatan langsung kamu.

Jika ini yang terjadi, berarti kamu belum bisa menciptakan sistem dan proses yang memungkinkan orang lain menjadi mandiri.

Semakin banyak yang bisa dilakukan anggota tim tanpa campur tangan langsung kamu, semakin baik kamu menjadi pemimpin.

Kepemimpinan sejati adalah tentang kemampuan memberdayakan tim kamu untuk membuat keputusan dan memberi mereka kebebasan untuk mengambil tindakan daripada mengelolanya secara mikro.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan