Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, Oktober 23, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Belum Divaksin, Presiden Brazil Cuek Makan di Pinggir Jalan

Dok/Reuters

Topcareer.id – Para kepala negara yang tidak divaksinasi yang menghadiri undangan dari Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) minggu ini harus puas makan di bagian luar restoran alih-alih bersantap mewah di restoran-restoran yang ada di New York, AS.

Inilah yang dialami Presiden Brazil Jair Bolsonaro saat makan malam pertamanya di New York, di mana ia tidak diizinkan masuk ke restoran di kota tersebut tanpa bukti vaksinasi COVID-19.

Bolsonaro yang skeptis terhadap vaksin mengatakan sebelum dia berangkat ke New York bahwa sistem kekebalan tubuhnya cukup kuat untuk menangkal virus corona.

Dua menteri Kabinet dalam delegasinya memposting foto Bolsonaro dan para asistennya sedang makan pizza di trotoar pinggiran jalan kota New York Minggu malam (19/9).

Para pendukung Bolsonaro memuji “kesederhanaan” kasual pemimpin mereka yang tetap santai makan pizza di pinggir jalan dekat hotel Manhattan tempatnya menginap.

Ditanya oleh Perdana Menteri Inggris Boris Johnson pada pertemuan hari Senin (20/9) apakah dia telah divaksinasi, Bolsonaro menjawab, “Tidak. Belum.”

Baca juga: Presiden Brazil: Vaksin COVID-19 Bisa Merubah Orang jadi Buaya!

Walikota New York Bill de Blasio mengimbau para pemimpin dunia termasuk Bolsonaro agar divaksinasi sebelum menghadiri pertemuan PBB di kota itu.

“Jika Anda tidak ingin divaksinasi, jangan repot-repot datang,” kata de Blasio pada konferensi pers.

Sementara itu pekan lalu, Presiden Majelis Umum PBB Abdulla Shahid memberi tahu 193 negara anggota bahwa sistem kehormatan vaksinasi COVID-19 PBB akan tetap berlaku untuk presiden, perdana menteri, dan diplomat. Mereka tidak diharuskan menunjukkan bukti imunisasi.

Beberapa pemimpin dunia yang diundang menjauh dan hanya mengirim pernyataan video sebagai ganti kehadirannya karena pandemi COVID-19.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan