Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, Juni 19, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Presiden Brazil: Vaksin COVID-19 Bisa Merubah Orang jadi Buaya!

Sumber foto: reuters.com

Topcareer.id – Presiden Brasil Jair Bolsonaro mengkritik vaksin Pfizer-BioNTech dengan kata-kata kasar yang aneh, pada Kamis (17/12).

Dia berkelakar bahwa vaksin COVID-19 dapat membuat orang berubah menjadi buaya, wanita tumbuh janggut, dan pria berubah suaranya menjadi seperti wanita, menurut AFP.

Bolsonaro berkata: “Dalam kontrak Pfizer sangat jelas ada disclaimer yang menyatakan ‘Kami tidak bertanggung jawab atas efek samping apa pun.’ Jadi, jika Anda berubah menjadi buaya, ya itu masalah Anda sendiri,” Kata Bolsonaro.

Dia melanjutkan: “Jika Anda menjadi manusia super, jika seorang wanita mulai menumbuhkan janggut atau jika seorang pria mulai berbicara dengan suara feminin, ini [Pfizer] tidak akan ada hubungannya dengan itu,” tambahnya.

Meskipun telah meluncurkan program vaksinasi nasional Brazil pada hari Rabu (16/12), Bolsonaro bersikeras bahwa dirinya tidak akan divaksinasi.

Dia mengatakan kepada AFP, “Beberapa orang mengatakan saya memberikan contoh yang buruk. Tetapi kepada orang dungu, kepada orang bodoh yang mengatakan ini, saya memberi tahu mereka bahwa saya sudah tertular virus, saya memiliki antibodi, jadi mengapa harus divaksinasi?”

“Saya memberi tahu Anda, saya tidak akan mengambil vaksin apa pun. Itu adalah hak saya dan saya yakin Kongres tidak akan menyulitkan siapa pun yang tidak ingin menerima vaksin.” tuturnya.

Pada hari Kamis (17/12), Mahkamah Agung Brazil memutuskan bahwa vaksin itu wajib, tetapi warga Brazil tidak akan dipaksa untuk menerima suntikan.

Bolsonaro telah menyepelekan pandemi selama berbulan-bulan. Pada Mei 2020 lalu, dia menyebut virus corona sebagai “flu ringan.”

Pada Juli 2020 dia pun dinyatakan positif mengidap virus itu dan menderita demam. Butuh waktu tiga minggu untuk pulih.

“Saya tahu saya akan tertular suatu hari nanti, karena saya pikir hampir semua orang pada akhirnya akan terkena virus itu. Apa yang Anda takutkan? Hadapi!” ujarnya kepada wartawan sebulan kemudian.

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan