Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, Oktober 21, 2021
redaksi@topcareer.id
Tips Karier

6 Level Pertumbuhan Karier, Kamu Lagi di Tahap Mana? (Bagian 2)

Topcareer.id – Ya, mungkin setiap orang memiliki jalur karier yang berbeda-beda. Namun, biasanya seiring waktu secara bertahap, seseorang akan menerima tugas yang lebih banyak dan tanggung jawab yang juga semakin besar. Itu yang membantumu mencapai tujuan karier.

Gary Burnison, penulis buku terlaris dan CEO Korn Ferry, perusahaan konsultan organisasi global terbesar di dunia dalam laman CNBC, menulis soal tahapan pertumbuhan karier seseorang, yang terbagi dalam 6 tahap.

“Meskipun tidak semua jalur karier sama, ada rencana induk yang mengatur hampir semua perjalanan — dan rencana itu ditentukan oleh enam tahap,” kata Ferry.

4. Manajer

Keahlianmu terbentuk saat kamu mengelola tim yang lebih besar dengan tujuan dan sasaran yang lebih besar. Kamu perlu memotivasi bawahan langsung dan mempelajari cara mengelolanya dengan memberikan tujuan dan sasaran, serta cara untuk mengejar dan mencapainya.

Misalnya, kamu mungkin berada dalam peran “change manager” — mengelola upaya signifikan untuk mengubah atau menerapkan sesuatu yang penting, seperti sistem kerja total, restrukturisasi bisnis, sistem dan prosedur baru, atau tanggapan terhadap inisiatif pesaing utama.

Baca juga: Tingkatkan Peluang Lolos, Letakkan 5 Objek Ini Saat Wawancara Zoom

5. Influencer

Sekarang semuanya menjadi menarik! Tahap ini merupakan transisi dari mengelola tim secara langsung ke memengaruhi orang.

“Pengaruh adalah keterampilan kepemimpinan utama yang perlu kamu kembangkan agar dapat bekerja dengan baik dengan orang-orang di seluruh organisasi, terutama dengan mereka yang tidak melapor kepadamu,” kata Ferry.

Bahkan, kamu dapat mempengaruhi orang-orang di departemen lain yang berada di levelmu, atau bahkan level di atasmu.

6. Pemimpin

Pada tahap terakhir ini, kamu menghabiskan banyak waktu untuk memberdayakan dan menginspirasi orang lain. Dibandingkan memberi tahu mereka apa yang harus dilakukan, kamu memberi tahu mereka apa yang harus dipikirkan.

Prioritas terbesarmu adalah memotivasi orang agar mereka dapat melakukan dan menjadi lebih dari yang mereka kira.**(Feb)

Tinggalkan Balasan