Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Rabu, Juli 6, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

Ini Cara Pemerintah Tangani Anak yang Putus Sekolah di Bawah Usia 25 Tahun

Mendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim mengatakan bahwa Bahasa Indonesia sudah selayaknya menjadi bahasa resmi di ASEAN.Nadiem Makariem, Mendikbud RI. (dok. istimewa)

Topcareer.id – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengatakan setidaknya hingga saat ini ada 24.000 anak yang berusia di bawah 25 tahun harus mengalami permasalahan dalam pendidikan yakni putus sekolah.

Untuk mengatasinya, pemerintah dalam hal ini Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim berupaya memberi kesempatan kepada anak-anak putus sekolah agar kembali mendapatkan pendidikan melalui program kursus dan pelatihan.

“Pemerintah meluncurkan Program ‘Ayo Kursus’ untuk meningkatkan kompetensi anak yang tidak bersekolah. Mereka harus kembali ke sekolah,” ujarnya secara daring, di Jakarta, Rabu (22/09/2021).

Lebih lanjut Nadiem mengatakan bahwa program ini terbuka bagi masyarakat yang memenuhi syarat dan memang ingin meningkatkan kompetensi melalui kursus dan pelatihan dengan berbagai pilihan jenis keterampilan sesuai minat dan bakat mereka.

“Program itu menjadi salah satu solusi yang ditawarkan Kemendikbudristek melalui Direktorat Kursus dan Pelatihan, Ditjen Diksi untuk membantu masyarakat agar tetap meningkatkan kualitas dirinya meski dalam situasi pandemi yang kurang menguntungkan,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama Dirjen Pendidikan Vokasi, Wikan Sakarinto mengatakan jika kesempatan ini sangat relevan bagi mereka yang tidak menyerah pada kondisi ketiadaan kesempatan bekerja maupun melanjutkan kuliah.

“Sebaliknya, mereka justru didorong untuk mengembangkan diri dan bersiap pada era selanjutnya setelah pandemi, di mana gerbang-gerbang dunia kerja lebih terbuka namun persaingan tetap tinggi,” ungkapnya.

Sedangkan menurut Wikan bagi mereka yang akan melanjutkan kuliah, tambahan jenis keterampilan yang didapatkan di kursus dan pelatihan ini akan membuat mereka memiliki kompetensi yang lebih mumpuni, baik dari pengembangan keahlian maupun karakter.

Lebih rinci Wikan menjelaskan cara mendaftar program Ayo Kursus dapat dilakukan secara mandiri di aplikasi Ayo Kursus yang berbasis komputer pada tautan ini.

Tautan tersebut pun secara sistem akan dihubungkan dengan lembaga kursus dan pelatihan (LKP) yang sudah ditetapkan dalam program PKK/PKW.

Sehingga pada laman ‘Ayo Kursus,’ calon peserta didik hanya perlu mengisi data diri. Kemudian setelah dikurasi mereka dapat leluasa memilih kursus dengan jenis keterampilan sesuai bakat dan minat mereka, yang selanjutnya akan diarahkan ke LKP sesuai jenis keterampilan pilihan.**(Feb)

the authorSherley Agnesia

Tinggalkan Balasan