Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, Oktober 23, 2021
redaksi@topcareer.id
Profesional

Survei: Pandemi Bikin Karyawan Terbiasa WFH

Topcareer.id – Penyebaran virus corona varian Delta telah berkontribusi pada peningkatan kasus COVID-19 secara signifikan.

Akibatnya ada kemungkinan kerja jarak jauh akan berlangsung lebih lama dari yang diharapkan beberapa bos perusahaan.

Bahkan ada spekulasi baru tentang apakah sistem kerja remote itu akan menjadi bagian permanen dari lanskap bisnis.

Setelah gelombang pandemi yang memaksa penundaan pekerja kembali ke kantor, beberapa perusahaan sedang mempertimbangkan kemungkinan menutup kantor selama hampir dua tahun, The Wall Street Journal melaporkan, Minggu (22/8).

Hal ini membuat beberapa bos perusahaan khawatir bahwa semakin lama karyawan bekerja dari rumah, semakin sulit untuk menyeret mereka kembali ke kantor.

“Jika Anda memiliki sedikit kesalahan, orang akan kembali ke cara lama. Tapi, yah.. tren ini bukanlah kesalahan,” kata CEO Intel Pat Gelsinger kepada WSJ. “Tidak ada jalan kembali.”

Dia menilai bahwa pekerjaan hybrid (gabungan WFO dan WFH) akan terus menjadi norma selama berbulan-bulan, dan bahkan bertahun-tahun, yang akan datang.

Banyak orang Amerika yang bekerja dari jarak jauh telah mengubah rutinitas dan gaya hidup mereka selama pandemi.

Ini jelas sesuatu yang akan sulit untuk dibalik jika kehidupan kerja kembali ke norma pra-pandemi.

Terlebih lagi banyak yang menikmati fleksibilitas WFH. Semakin lama pandemi berlangsung, antusiasme pekerjaan jarak jauh semakin kuat, survei menunjukkan.

Sementara itu, tanggal kembali ke kantor terus tertunda akibat kasus COVID-19 yang masih terus naik.

Baca juga: Kerja Full Time Jarak Jauh atau Hybrid, Mana yang Paling Cocok Untukmu?

Apple mengatakan kepada karyawan korporatnya bahwa rencana kembalinya perusahaan ke kantor AS akan ditunda hingga setidaknya awal tahun 2022, Wall Street Journal melaporkan.

Amazon dan Facebook membuat pengumuman serupa, sementara perusahaan seperti Chevron dan Wells Fargo telah menunda kembali pekerjanya masuk kantor pada September.

Perusahaan Lyft mengatakan akan memanggil karyawannya kembali ke kantor pusatnya di San Francisco pada bulan Februari 2022.

Beberapa perusahaan telah membuat keputusan untuk menjadikan pekerjaan jarak jauh atau hybrid sebagai bagian permanen dari lanskap bisnis.

Seperti yang dilaporkan sebelumnya di GOBankingRates, banyak perusahaan yang telah mengadopsi model remote-first atau hybrid sejak pandemi termasuk Shopify, Coinbase, Nationwide, Quora, Upwork, Basecamp, VMWare, Pinterest, dan Dropbox.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan