Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, Juli 7, 2022
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Ratusan Warga Belanda Protes Kebijakan Paspor Covid-19

Dok/Reuters

Topcareer.id – Di Belanda sebanyak ratusan pengunjuk rasa berbaris menentang paspor vaksin yang mereka sebut sebagai “corona pass,” Sabtu (25/9).

paspor tersebut menjadi bukti wajib untuk masuk ke bar, restoran, bioskop, dan tempat-tempat umum lainnya.

Demonstrasi warga ini terjadi beberapa jam setelah persyaratan paspor vaksin disahkan oleh pemerintah.

Peluncuran paspor vaksin bertepatan dengan pencabutan hampir semua langkah jarak sosial di negara itu, di mana 72% populasi telah menerima setidaknya satu dosis vaksin.

Sementara masker masih wajib di transportasi umum, siswa dan guru tidak lagi harus memakai masker di sekolah.

Aturan untuk menjaga jarak sosial sejauh 1,5 meter di tempat-tempat umum juga telah dicabut.

Para demonstran membawa spanduk dan plakat diiringi musik techno yang dimainkan melalui pengeras suara.

Beberapa ratus pengunjuk rasa yang menentang paspor vaksin menerobos jalan-jalan di ibu kota pemerintah Belanda, Den Haag.

“Apartheid Medis. Hentikan paspor vaksin,” tulisan di salah satu spanduk yang dibawa oleh demonstran.

Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Telegraaf, Mona Keijzer seorang menteri wanita yang dipecat oleh Perdana Menteri Mark Rutte akibat menentang aturan sertifikat vaksin mempertanyakan apakah persyaratan seperti itu layak diadakan.

“Jika kita berakhir di lingkungan di mana kita harus takut satu sama lain kecuali kita dapat menunjukkan bukti vaksinasi, maka Anda benar-benar harus menggaruk-garuk kepala dan bertanya pada diri sendiri: Apakah ini hal yang ingin kita tuju?” Ujar Keijzer.

Baca juga: Demo Menentang Aturan Sertifikat Vaksin COVID-19 Terjadi di Prancis

Lebih dari 40% pemilik bar dan restoran di Belanda tidak akan meminta sertifikat vaksin kepada pelanggan, kata asosiasi industri perhotelan Horeca Nederland.

Dikatakan dalam sebuah pernyataan bahwa persyaratan paspor vaksin sebagai “alat politik” yang bertujuan untuk meningkatkan jumlah orang yang divaksinasi.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan