Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Rabu, Juli 6, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

Dirjen Dukcapil Minta Masyarakat Biasakan Ingat NIK

Aturan baru nama KTPKTP

Topcareer.id – Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri, Prof. Zudan Arif Fakrulloh, mengajak masyarakat membiasakan menghapal Nomor Induk Kependudukan atau NIK.

Zudan mengatakan, di era ini, Pemerintah Indonesia tengah menuju era satu data, dengan NIK sebagai basisnya. Penerapannya akan dilakukan ke seluruh pelayanan publik, sehingga ke depan menggunakan NIK sebagai kunci aksesnya dalam pelayanan publik.

“Ini adalah satu tahapan yang kita desain agar semua masyarakat mulai peduli dengan yang namanya Single Identity Number. Single identity number itu yang diterjemahkan menjadi NIK, yakni satu nomor tunggal bersifat unik, dibuat satu kali dan berlaku seumur hidup,” kata Zudan kepada wartawan, Rabu (29/9/2021).

Zudan mengakui dengan integrasi NIK untuk pelayanan publik ini akan terbangun tradisi baru. Ia menyampaikan, ketentuan menggunakan NIK ini sudah ada di Perpres No. 62 Tahun 2019 pada bagian lampiran.

“Makanya kita mendorong pelayanan publik dengan akses data ke Dukcapil itu. Maka dulu di 2015 masih 30 lembaga yang kerja sama. Sekarang sudah 3.904. Naik banyak sekali,” kata Zudan.

Baca juga: Hore! Cakupan Penerima BSU Diperluas, Sasar 1,7 Juta Pekerja

Zudan mengimbau agar masyarakat mempersiapkan diri ketika ke mana-mana untuk mengingat NIK-nya. Seperti berobat ke rumah sakit, mengurus SIM, mengurus kartu prakerja, bantuan sosial.

Menurutnya, ini memang membutuhkan proses membiasakan diri, tidak lagi hanya meyebut nama, melainkan juga NIK yang lebih spesifik.

Kebiasaan ini juga menjadi bagian dari bagaimana masyarakat meningkatkan kesadaran untuk wajib pajak. Bagi masyarakat yang belum punya NPWP, cukup mencantumkan NIK saja. Bagi yang punya NPWP silakan dicantumkan NIK dan NPWP. “Perpresnya mengatakan seperti itu,” kata Zudan.

Ke depan, masih kata Prof. Zudan, NIK akan menjadi satu-satunya nomor. Ini yang dilakukan Ditjen Dukcapil secara bertahap memastikan tidak ada lagi nomor-nomor yang lain.

Tinggalkan Balasan