Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Rabu, Juli 6, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

Ini Daftar Biaya Perusahaan Jika Karyawan Harus Ngantor saat Pandemi

Work. Dok/SHRM

Topcareer.id – Di masa kondisi yang masih belum reda dari pandemi ini, perusahaan dihadapkan oleh beberapa solusi dalam sistem kerja karyawan. Memilih solusi untuk mengembalikan karyawan ke kantor, atau gunakan sistem hybrid, ke kantor dan tetap kerja jarak jauh.

Dr. Neal Mills, kepala petugas medis untuk perusahaan layanan profesional Aon mengatakan, saat perusahaan mengejar solusi untuk daftar pertanyaan keselamatan yang tak ada habisnya, hal pertama yang harus dilakukan perusahaan adalah melihat biaya/cost ketika mencoba membawa kembali karyawan ke kantor.

“Biaya pertama adalah pengawasan, seperti melacak siapa yang divaksinasi dan tidak dan menyimpan catatan tersebut dengan aman,” kata dia, dikutip dari laman CNBC.

Kemudian, bagi mereka yang memilih tidak divaksin atau memiliki pengecualian agama atau medis, perusahaan harus menanggung biaya tes Covid reguler, baik itu di tempat, di rumah, atau melalui fasilitas pihak ketiga.

Perusahaan juga mungkin mungkin harus memperhitungkan biaya penyediaan akomodasi yang wajar di tempat kerja bagi karyawan yang memenuhi syarat dan memintanya, seperti peralatan pelindung pribadi atau memodifikasi ruang untuk memastikan jarak sosial.

Baca juga: Bolehkah Bertanya Berapa Besar Gaji Yang Diterima Rekan Kerja?

“Perusahaan juga mungkin perlu berinvestasi dalam sistem yang menjauhkan karyawan yang tidak divaksinasi dan belum diuji dari tempat kerja – untuk beberapa perusahaan,” kata Mills.

Kemudian, ada semua biaya tidak berwujud dari mengembalikan karyawan ke kantor dengan kondisi pandemic yang masih berantakan: hilangnya produktivitas, penurunan kepercayaan, hubungan negatif antara kebijakan tempat kerja dan pekerjaan mereka.

Dan akhirnya, para pemimpin harus menyadari bahwa kembali bekerja sebelum waktunya selama wabah kesehatan dapat menyebabkan karyawan terkena virus.

“Sebagai profesional kesehatan, kami memberikan informasi. Kami dapat memberi tahu (perusahaan) berapa biaya program ini untuk mematuhi hukum dan juga mempertahankan atau membangun budaya yang lebih baik. Ini keputusan yang mengejutkan,” ujarnya.**(Feb)

Tinggalkan Balasan