Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Rabu, Juli 6, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

Facebook Akan Coba Jauhkan Remaja dari Konten Berbahaya

Pengguna facebook pertama kalinya mengalami penurunan.Facebook. Dok/Saltwire

Topcareer.id – Seorang eksekutif Facebook Inc mengatakan hari Minggu (10/10) bahwa perusahaan akan memperkenalkan langkah-langkah baru pada aplikasinya untuk mendorong remaja menjauh dari konten berbahaya.

Ini merupakan upaya tindak lanjut dari teguran keras anggota parlemen AS yang menemukan bagaimana Facebook dan anak perusahaannya seperti Instagram mempengaruhi kesehatan mental anak muda.

Nick Clegg, wakil presiden urusan global Facebook, juga mengungkapkan keterbukaan terhadap gagasan membiarkan para regulator memiliki akses ke algoritme Facebook yang digunakan untuk mengolah konten.

“Kami akan memperkenalkan sesuatu yang menurut saya akan membuat perbedaan besar, di mana sistem kami akan melihat konten yang mungkin tidak kondusif untuk remaja, sehingga kami bisa mendorong mereka untuk melihat konten lain,” kata Clegg.

Selain itu, “kami memperkenalkan sesuatu yang disebut ‘take a break,’ di mana kami akan mendorong remaja untuk berhenti sejenak dari menggunakan Instagram,” jelas Clegg.

Para senator AS telah mengecam Facebook tentang rencananya untuk melindungi pengguna muda dengan lebih baik di aplikasinya.

Baca juga: Facebook Panen Hujatan usai Produknya, Instagram Terbukti Berbahaya Bagi Remaja

Sementara itu penelitian internal Facebook yang bocor sebetulnya telah menunjukkan raksasa media sosial itu menyadari bagaimana aplikasi Instagram-nya merusak kesehatan mental kaum muda.

Senator Amy Klobuchar, seorang Demokrat yang mengepalai subkomite antitrust Komite Kehakiman Senat telah mengajukan lebih banyak peraturan terhadap Facebook.

“Saya bosan mendengar kata-kata ‘percayalah pada kami,’ dan inilah saatnya untuk melindungi para orangtua yang telah berjuang untuk menjaga anak-anak mereka yang kecanduan pada platform Instagram dan terkena segala macam dampak buruknya,” tegas Klobuchar kepada CNN, Minggu (10/10).

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan