Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, Desember 2, 2021
redaksi@topcareer.id
Tips Karier

Begini Cara Meminta Kenaikan Gaji yang Benar

Topcareer.id – Penelitian menunjukkan bahwa banyak sekali pekerja yang tidak pernah meminta gaji lebih tinggi kepada perusahaan.

Ini mungkin terjadi karena ketidaknyamanan budaya dalam membahas uang. Dalam survei PayScale, 28% responden yang mengatakan mereka tidak pernah menegosiasikan gaji mengatakan bahwa mereka tidak nyaman meminta lebih.

Hampir seperlima responden mengatakan mereka tidak ingin dianggap memaksa.

Tetapi meminta apa yang pantas kamu dapatkan tidak harus dianggap agresif. Ada cara yang tepat untuk menegosiasikan gaji.

Meminta kenaikan gaji atau menegosiasikan gaji bisa terasa seperti konfrontasi. Tetapi atasan atau manajer HRD bukanlah musuh.

Kamu juga memiliki tujuan yang sama seperti mereka, yakni agar dibayar sesuai dengan keahlian atau pengalaman kamu.

Mengapa mereka harus peduli dengan gaji kamu? Karena kamu mahal untuk diganti.

Penelitian menunjukkan bahwa perusahaan bisa menghabiskan sekitar 30% dari gaji karyawan yang pergi untuk merekrut dan mempekerjakan pengganti mereka.

Penelitian menunjukkan bahwa pekerja yang merasa bahwa mereka dibayar dengan gaji tinggi akan lebih produktif dan bertahan lebih lama di perusahaan daripada mereka yang dibayar dengan gaji pas-pasan.

Orang akan bekerja lebih keras dan menghasilkan lebih banyak produktivitas jika merasa diperlakukan adil dalam segala hal termasuk gaji yang baik.

Lakukan riset kamu sendiri
Rentang gaji dapat sangat bervariasi dari satu perusahaan ke perusahaan lain, tetapi tetap merupakan ide yang baik untuk mendapatkan gaji yang lebih masuk akal untuk pekerjaan itu.

Jangan lupa untuk menambahkan keterampilan dan sertifikasi jika berlaku dan perhatikan benefit serta fasilitas standar.

Tergantung pada situasi kamu, mungkin masuk akal untuk mengambil gaji yang lebih rendah demi memiliki lebih banyak waktu istirahat atau asuransi kesehatan yang lebih baik.

Andalkan data itu dan bukan emosi kamu saat sedang menegosiasikan gaji.

Uang bersifat pribadi. kamu mungkin tergoda untuk melampiaskan rasa frustrasi atau menceritakan keadaan pribadi selama diskusi. Tahan keinginan itu. Buat kasus kamu berdasarkan fakta.

Bersiaplah untuk bias
Di dunia yang sempurna, keterampilan dan kualifikasi kamu akan menjadi satu-satunya hal yang penting selama negosiasi gaji.

Tapi kamu tidak hidup di dunia yang sempurna. Setiap orang memiliki bias, dan bisa jadi ini termasuk perusahaan tempat kamu bekerja.

Namun, itu tidak berarti bahwa kamu tidak boleh bernegosiasi jika kamu kemungkinan akan mengalami efek bias ini.

Itu berarti bahwa kamu mungkin perlu menyadari bias itu dan mengambil langkah-langkah untuk menyiasatinya.

Pahami budayanya
Koneksi memiliki nilai lebih dari sekedar membantu kamu menemukan peluang kerja dan mendapatkan referensi untuk membuka posisi.

Mereka juga dapat membantu kamu mengetahui bagaimana segala sesuatunya bekerja di perusahaan yang kamu incar.

Jika kamu memiliki kontak di suatu perusahaan, manfaatkan wawasan mereka. Jika mereka akan berbagi kisaran gaji mereka, itu lebih baik.

Tetapi jika mereka enggan membicarakan angka, kamu masih bisa mendapatkan perspektif mereka tentang budaya perusahaan seputar gaji.

Baca juga: Survei: 42% Generasi Z Lebih Prioritaskan WFH ketimbang Gaji

Manfaatkan momen yang tepat
Ketika berbicara tentang negosiasi gaji, penting untuk memilih momen kamu dengan bijak, pertimbangkan hal berikut:

Ketika kamu mendapat tawaran pekerjaan
70% manajer perekrutan mengatakan mereka mengharapkan kandidatnya berani untuk menegosiasikan gaji untuk tawaran pekerjaannya.

Jadi, hampir selalu merupakan ide yang baik untuk meminta gaji lebih tinggi ketika kamu ditawari pekerjaan.

Ketika kamu ingin naik gaji
Bagaimana ketika kamu sedang menegosiasikan kenaikan gaji di pekerjaanmu saat ini? Timing juga penting.

Ingatlah bahwa sejumlah faktor perlu diselaraskan agar manajer kamu bisa mengajukan permohonanmu ke HRD.

Pilih waktu ketika perusahaan sedang baik-baik saja secara finansial dan pekerjaanmu baru-baru ini diakui sebagai kontribusi yang berharga.

Evaluasi akhir tahun di perusahaan tidak selalu merupakan waktu terbaik untuk mengajukan kenaikan gaji besar karena anggaran sering ditetapkan pada saat itu.

Tetapi ini juga bisa menjadi saat yang tepat untuk memberi tahu atasan bahwa kamu bersemangat untuk tantangan baru (tentu dengan imbalan yang menyertainya).

Jujur
Dalam satu survei, 39% responden mengatakan mereka berbohong tentang tawaran pekerjaan lain untuk mendapatkan gaji yang lebih tinggi.

Tidak jujur itu sangat jelas merupakan sebuah ide yang buruk.

Jujurlah agar kamu layak mendapatkan kenaikan gaji secara adil berdasarkan prestasi kamu.

Caranya dengan melakukan riset dan belajar bagaimana berbicara tentang uang dengan lebih nyaman, dengan begitu kamu bisa mencapai tujuan dengan kejujuran.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan