Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, Juli 2, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

Begini Cara agar Gajian Kamu tidak Cepat Habis

ATM Dok/YouTube

Topcareer.id – Tak bisa dipungkiri, pada masa pandemi ini orang-orang mulai beralih berbelanja secara online. Selain lebih mudah dan tak perlu mengeluarkan ongkos, berbelanja online juga memudahkan kita mencari harga termurah dari ratusan toko di beberapa daerah sekaligus.

Tetapi karena mudahnya berbelanja secara online, kita pun sering lupa membatasi pengeluaran. Sehingga gaji yang didapat susah payah pun dapat cepat terkuras habis tanpa sisa.

Untuk itu, AVP of Payment Tokopedia, Astrid Theresia Tampubolon membagikan 5 tips mudah mengelola penghasilan dengan bijak di masa pandemi.

Pertama adalah mencatat semua pengeluaran. Dengan rutin mencatat pengeluaran akan membantu memonitor keluar masuk dana yang kita miliki. Hal ini juga membantu kita mengevaluasi dan mengeliminasi pengeluaran yang tidak perlu ke depannya.

Baca juga: Begini Cara Meminta Kenaikan Gaji yang Benar

Kedua, mengatur prioritas kebutuhan. Mengatur keuangan bulanan penting dilakukan agar gaji yang dimiliki bisa dialokasi dengan baik. Terutama di tengah pandemi, atur prioritas pengeluaran berdasarkan kebutuhan, bukan keinginan.

Ketiga, manfaatkan promo. Jeli memanfaatkan promo yang ada akan membuat belanja kebutuhan sehari-hari menjadi lebih efisien. Di Tokopedia misalnya, masyarakat bisa mendapatkan promo setiap hari, salah satunya cashback hingga Rp 75.000 jika menggunakan Gopay atau GoPayLater hingga 31 Oktober 2021 mendatang.

Keempat, pisahkan rekening tabungan. Disarankan untuk kamu menabung di awal, tepatnya ketika baru saja menerima gaji. Kemudian pisahkan rekening tabungan dengan rekening pengeluaran sehari-hari. Hal ini akan membuat pengelolaan keuangan lebih efektif.

Kelima, jangan lupa melakukan investasi. Salah satu cara untuk mengamankan uang gajian adalah berinvestasi. Meski demikian kita perlu mempelajari serta memilih jenis investasi sesuai dengan risiko dan keuntungan masing-masing. Pastikan produk investasi tersebut telah memiliki izin yang tepat serta menyajikan portofolio laporan investasi yang transparan.**(Feb)

the authorSherley Agnesia

Tinggalkan Balasan