Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, Juni 30, 2022
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Kedatangan Vaksin Tahap 100, Total RI Terima 293 Juta Lebih Dosis Vaksin

ilustrasi vaksin covid-19.Ilustrasi vaksin. Dok/SHRM

Topcareer.id – Pada Selasa (26/10/2021), Indonesia menerima kedatangan vaksin tahap ke-100 berupa 1 juta dosis vaksin jadi Sinovac yang merupakan hibah dari Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRT).

Dengan ketibaan vaksin tahap 100 ini, maka jumlah total vaksin yang telah hadir di Indonesia mencapai 293.058.530 dosis vaksin.

Sebanyak 153.900,280 dosis datang dalam bentuk vaksin bulk (bahan baku) yang kemudian diolah semuanya menjadi 125.400.000 dosis vaksin jadi, dan 139.158.250 dosis datang dalam bentuk vaksin jadi. Adapun, vaksin jadi yang datang ke Indonesia terdiri atas:

Vaksin Sinovac dalam bentuk jadi 66.776.000 dosis
Vaksin AstraZeneca : 33.456.030 dosis
Vaksin Sinopharm : 8.450.000 dosis
Vaksin Moderna : 8.000.160 dosis
Vaksin Pfizer : 21.976.060 dosis
Vaksin Jansen : 500.000 dosis

Dalam Keterangan Pers (26/10/2021), Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika, Usman Kansong menyampaikan bahwa kedatangan vaksin ke-100 tersebut menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjamin ketersediaan vaksin bagi masyarakat.

Ia juga menyatakan ucapan terima kasih atas hibah vaksin dari Pemerintah RRT yang tiba hari ini.

Baca juga: Vaksin Booster Covid-19, Perlu Enggak Sih?

“Indonesia saat ini adalah salah satu negara dengan capaian vaksinasi tertinggi di dunia, berkat dukungan banyak pihak, termasuk bantuan vaksin dari sejumlah negara,” kata Usman.

Namun, menurutnya, masih dibutuhkan upaya keras dan peran serta masyarakat guna mencapai target 208 juta rakyat yang tervaksinasi, sehingga herd immunity atau kekebalan komunal dapat terbangun.

“Bersamaan dengan itu, disiplin protokol kesehatan perlu tetap dijaga dan ditingkatkan agar tingkat penularan COVID-19 tidak kembali melonjak. Jangan sampai terlena dengan adanya penurunan kasus belakangan ini dan dengan banyaknya penduduk yang sudah divaksin,” tuturnya.

Usman menekankan, COVID-19 masih berada di sekitar kita. Bila tingkat kepatuhan terhadap protokol kesehatan turun, dapat mengundang kembali terjadinya lonjakan kasus.

Tinggalkan Balasan